WhatsApp Icon

BAZNAS Sulut Perkuat Kapasitas Relawan dan Masyarakat melalui Pendampingan Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Bailang

01/08/2026  |  Penulis: Humas Baznas Sulut

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Sulut Perkuat Kapasitas Relawan dan Masyarakat melalui Pendampingan Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Bailang

Pendampingan KATANA Bailang

Manado, 1 Agustus 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara terus menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana melalui pelaksanaan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Setelah pembukaan dan sosialisasi program, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan teknis dan peningkatan kapasitas masyarakat yang menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulawesi Utara, serta jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara.

Pendampingan ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan praktis dalam mengidentifikasi risiko bencana, menyusun rencana aksi, membangun sistem peringatan dini, hingga menyusun jalur evakuasi yang efektif. Kegiatan tersebut diikuti oleh Person In Charge (PIC) KATANA, perangkat Kelurahan Bailang, relawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta berbagai unsur masyarakat yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayahnya.

Materi pertama disampaikan oleh BPBD Kota Manado melalui Bapak Arda Toha Prariyadi, yang membawakan materi mengenai Kebencanaan, Kajian Risiko, dan Penyusunan Rencana Aksi. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pemahaman terhadap karakteristik ancaman bencana menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.

Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kelurahan Bailang, metode identifikasi ancaman, analisis kerentanan masyarakat, hingga penyusunan rencana aksi yang terukur dan berbasis kondisi riil di lapangan. Dengan adanya kajian risiko tersebut, masyarakat diharapkan mampu menyusun langkah-langkah mitigasi yang tepat serta mengurangi dampak yang ditimbulkan apabila terjadi bencana.

Selanjutnya, Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulawesi Utara, Bapak Mustafa Marhaba, memberikan materi mengenai Sistem Peringatan Dini (Early Warning System), Pembagian Peran Relawan, dan Manajemen Posko Tanggap Darurat.

Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun sistem komunikasi yang cepat dan efektif sebagai bagian dari peringatan dini kepada masyarakat. Selain itu, dijelaskan pula mekanisme pembagian tugas antarrelawan, struktur organisasi penanganan bencana di tingkat kampung, hingga tata kelola posko yang efektif agar proses koordinasi, pendataan korban, distribusi logistik, dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara cepat, tepat, dan terorganisir.

Menurut Mustafa Marhaba, kesiapsiagaan bukan hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami perannya masing-masing ketika situasi darurat terjadi.

"Masyarakat yang telah memahami sistem peringatan dini dan memiliki pembagian tugas yang jelas akan mampu merespons bencana dengan lebih cepat, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian dapat diminimalkan," ujarnya.

Pendampingan kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Drs. H. Agus S. Budiharso, yang membawakan materi mengenai Pembuatan Peta Risiko dan Jalur Evakuasi secara Visual bersama PIC Kampung Tanggap Bencana.

Pada sesi ini peserta diajak melakukan pemetaan wilayah secara partisipatif dengan mengidentifikasi lokasi-lokasi rawan bencana, titik kumpul, jalur evakuasi, lokasi pengungsian sementara, serta fasilitas-fasilitas penting yang dapat dimanfaatkan saat keadaan darurat. Hasil pemetaan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk peta visual yang mudah dipahami oleh seluruh masyarakat sehingga dapat menjadi pedoman ketika terjadi bencana.

Pendekatan visual tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar sekaligus mempercepat proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.

Seluruh rangkaian pendampingan berlangsung secara interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta melakukan simulasi sederhana terkait penyusunan rencana aksi dan pemetaan wilayah. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya membangun budaya siaga bencana sejak dini.

Program Kampung Tanggap Bencana yang diinisiasi oleh BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang tidak hanya berorientasi pada penanganan pascabencana, tetapi juga mengedepankan aspek pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko bencana.

Melalui kolaborasi dengan BPBD Kota Manado, pemerintah daerah, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan relawan, BAZNAS Sulut berharap Kelurahan Bailang dapat menjadi model Kampung Tanggap Bencana yang mampu membangun sistem kesiapsiagaan masyarakat secara mandiri, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara meyakini bahwa penguatan kapasitas masyarakat merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh. Dengan semangat gotong royong, edukasi yang berkesinambungan, serta kolaborasi lintas sektor, Program Kampung Tanggap Bencana diharapkan mampu menjadi contoh nyata bagaimana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas dalam mendukung ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman bencana.

 

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara akan terus berkomitmen menghadirkan program-program kemanusiaan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan sebagai wujud nyata semangat "Zakat Menguatkan Indonesia".

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sulawesi Utara.

Lihat Daftar Rekening →