Berita Terkini
Tim Posko Tenda BAZNAS Gelar Rapat Evaluasi Hari Keenam Posko Tenda, Penutupan Dijadwalkan Senin Ba’da Ashar
Tim Posko Tenda BAZNAS Gelar Rapat Evaluasi Hari Keenam Posko Tenda, Penutupan Dijadwalkan Senin Ba’da Ashar
MANADO, Ahad, 18 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara bersama BAZNAS Kota Manado dan sejumlah lembaga serta organisasi masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana kebakaran di Sindulang melaksanakan rapat evaluasi pada hari keenam operasional Posko Tenda BAZNAS, Ahad (18/10/2026).
Rapat evaluasi yang berlangsung di Posko Tenda BAZNAS, depan Masjid Darussalam 1, menjadi momentum penting untuk meninjau pelaksanaan pelayanan kemanusiaan, mengevaluasi penyaluran bantuan, serta mengoordinasikan langkah-langkah akhir sebelum posko resmi ditutup.
Kegiatan ini dihadiri oleh lima perwakilan lembaga dan organisasi kemasyarakatan yang selama beberapa hari terakhir berkolaborasi dalam mendukung penanganan dampak kebakaran. Kolaborasi tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta sinergi lintas lembaga dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah.
Adapun unsur yang hadir dalam rapat evaluasi ini meliputi BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, BAZNAS Kota Manado, Sahabat BAZNAS, UPZ Masjid Darussalam 1, serta unsur Dewan Masjid Indonesia (DMI) Manado dan Ansor Manado. Seluruh unsur tersebut memiliki peran dalam mendukung pelayanan posko, menghimpun dan menyalurkan bantuan, serta memperkuat koordinasi kemanusiaan bagi warga terdampak.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa operasional Posko Tenda BAZNAS akan berakhir pada Senin, 19 Oktober 2026, ba’da Ashar. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya masa pelayanan posko secara terkoordinasi setelah menjalankan berbagai aktivitas kemanusiaan untuk membantu warga yang terdampak kebakaran.
Selama posko beroperasi, bantuan terus berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, paguyuban, tokoh masyarakat, hingga para munfiq dan donatur yang menyalurkan kepeduliannya. Bantuan yang diterima mencakup kebutuhan pokok, makanan siap saji, air mineral, pakaian layak pakai, alas tidur, tikar, kasur, serta berbagai kebutuhan lain yang diperlukan oleh masyarakat terdampak.
Selain menjadi pusat penerimaan bantuan, Posko Tenda BAZNAS juga berfungsi sebagai ruang koordinasi dan kolaborasi bagi berbagai pihak yang ingin mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan. Melalui koordinasi yang terarah, bantuan yang terkumpul dapat dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh lembaga, organisasi masyarakat, tokoh agama, relawan, donatur, munfiq, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan selama berlangsungnya operasional posko. Setiap bantuan, baik berupa materi maupun tenaga dan perhatian, merupakan bagian penting dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban saudara-saudara yang terdampak musibah.
BAZNAS Sulawesi Utara menegaskan bahwa berakhirnya operasional Posko Tenda BAZNAS tidak berarti berakhirnya penerimaan donasi dan bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran. Penghimpunan donasi, baik berupa uang tunai maupun bantuan barang kebutuhan pokok, tetap dibuka sebagai bentuk keberlanjutan kepedulian terhadap warga yang masih membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan pascabencana.
Setelah posko resmi ditutup pada Senin, 19 Oktober 2026, penyaluran bantuan selanjutnya akan diarahkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid yang menjadi bagian dari jaringan pelayanan kemanusiaan BAZNAS. Mekanisme ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menyalurkan bantuan sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak tetap mendapat perhatian secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara & BAZNAS Kota Manado akan tetap melakukan koordinasi, pemantauan, dan pengawasan terhadap pengelolaan serta penyaluran bantuan melalui UPZ masjid. Dengan demikian, bantuan yang dipercayakan oleh para munfiq, donatur, dan masyarakat dapat dikelola secara amanah, transparan, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan bahwa pelayanan kemanusiaan tidak berhenti pada penutupan posko, melainkan terus berlanjut melalui koordinasi kelembagaan dan jaringan UPZ masjid. BAZNAS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga semangat solidaritas dan gotong royong dengan terus menyalurkan infak, sedekah, serta bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudara yang terdampak musibah kebakaran di Sindulang.
Zakat Menguatkan Indonesia. Bersama, kita hadir untuk membantu, menguatkan, dan menumbuhkan kembali harapan bagi sesama.
#BAZNASSulut #ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq #BaznasTanggapBencana #PoskoTendaBAZNAS #PeduliKorbanKebakaran
18/10/2026 | Humas Baznas Sulut
HARI KEENAM POSKO TENDA BAZNAS SULUT: 34 MUNFIQ SALURKAN BANTUAN MELALUI POSKO KEBAKARAN SINDULANG 1
HARI KEENAM POSKO TENDA BAZNAS SULUT: 34 MUNFIQ SALURKAN BANTUAN MELALUI POSKO KEBAKARAN SINDULANG 1
Manado, Ahad, 18 Oktober 2026 — Kepedulian dan semangat gotong royong terus mengalir bagi masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di wilayah Sindulang 1, Kota Manado. Memasuki hari keenam operasional Posko Tenda BAZNAS, sebanyak 34 munfiq tercatat menyalurkan bantuan melalui posko BAZNAS yang berlokasi di depan Masjid Darussalam 1.
Bantuan yang terus berdatangan menjadi bukti nyata tumbuhnya solidaritas dan kepedulian masyarakat terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit akibat musibah kebakaran. Para munfiq, bersama berbagai elemen masyarakat, mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan ini dengan menitipkan bantuan melalui posko agar dapat dihimpun dan diteruskan kepada warga terdampak yang membutuhkan.
Posko Tenda BAZNAS menjadi salah satu titik koordinasi penghimpunan bantuan sekaligus ruang kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penanganan dampak bencana. Kehadiran posko ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang ingin berbagi serta membantu memastikan bantuan yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk meringankan beban para korban.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh munfiq yang telah mempercayakan bantuan melalui posko, serta kepada seluruh pihak yang terus menunjukkan kepedulian dan dukungan bagi masyarakat terdampak kebakaran.
Setiap bantuan yang disalurkan, berapa pun nilainya, memiliki arti penting bagi mereka yang sedang berupaya bangkit dari musibah. Di balik setiap paket bantuan dan setiap rupiah yang diberikan, terdapat harapan, doa, serta semangat untuk menguatkan sesama.
Momentum hari keenam ini juga menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya tentang bantuan material, melainkan tentang hadirnya rasa persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat. Sinergi antara BAZNAS, relawan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan para dermawan menjadi kekuatan penting dalam membangun kembali harapan warga terdampak.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan mendukung upaya kemanusiaan bagi warga yang terdampak kebakaran Sindulang 1. Dengan kebersamaan, beban yang berat diharapkan dapat diringankan dan proses pemulihan dapat berjalan dengan lebih baik.
Terima kasih kepada 34 munfiq dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini.** Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, serta membawa keberkahan bagi para pemberi dan penerima manfaat.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara
Zakat Menguatkan Indonesia
#BAZNASSulut #ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq #BAZNASKemanusiaan #PoskoKebakaran #Sindulang1 #ManadoPeduli
18/10/2026 | Humas Baznas Sulut
HARI KELIMA POSKO KEBAKARAN SINDULANG 1, BANTUAN TERUS MENGALIR DARI BERBAGAI ELEMEN MASYARAKAT
HARI KELIMA POSKO KEBAKARAN SINDULANG 1, BANTUAN TERUS MENGALIR DARI BERBAGAI ELEMEN MASYARAKAT
MANADO, 17 OKTOBER 2026 – Memasuki hari kelima pelaksanaan Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1, semangat kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terus menguat. Bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran masih berdatangan silih berganti dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas), tokoh agama, paguyuban, hingga tokoh legislatif.
Kehadiran berbagai pihak di Posko Tenda BAZNAS menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap sesama tetap tumbuh di tengah situasi sulit yang dihadapi warga korban kebakaran. Dukungan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga bentuk perhatian, empati, dan penguatan moril bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit setelah kehilangan tempat tinggal serta sebagian harta benda mereka akibat musibah tersebut.
Sejak posko didirikan, Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 terus menjadi pusat koordinasi penerimaan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Berbagai dukungan dari masyarakat dan para dermawan terus diterima untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban selama masa tanggap darurat.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara bersama BAZNAS Kota Manado, Sahabat BAZNAS, UPZ Masjid Darussalam 1, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Manado, serta Ansor Manado terus bersinergi dalam upaya kemanusiaan tersebut. Kolaborasi lintas lembaga dan unsur masyarakat ini menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat dikelola dan disalurkan secara terkoordinasi sesuai kebutuhan warga terdampak.
Dukungan yang datang dari organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, paguyuban, dan tokoh legislatif juga memperlihatkan bahwa penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Gotong royong dan kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian melalui bantuan, dukungan, maupun partisipasi langsung di posko. Setiap kontribusi yang diberikan memiliki arti penting bagi para korban, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga semangat mereka untuk kembali menata kehidupan.
Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, kepedulian yang terus mengalir menjadi pengingat bahwa para korban tidak menghadapi musibah ini sendirian. Ada banyak pihak yang hadir, bergandengan tangan, dan mengambil bagian dalam misi kemanusiaan untuk membantu sesama.
BAZNAS Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pelayanan kemanusiaan melalui koordinasi bersama berbagai pihak, dengan mengedepankan prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.
Dari Sindulang 1, semangat gotong royong kembali membuktikan bahwa kepedulian mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Bersama-sama, bantuan dan doa terus diikhtiarkan agar warga terdampak diberikan kekuatan, ketabahan, serta kemudahan untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara
Zakat Menguatkan Indonesia
#BAZNASSulut #ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq #BAZNSTanggapBencana #PeduliKorbanKebakaran #Sindulang1 #AksiKemanusiaan #GotongRoyong
17/10/2026 | Humas Baznas Sulut
Berita Pendistribusian

BAZNAS SULUT GANDENG BAZNAS KABKO, ORMAS, LAZ, MAJELIS TAKLIM SALURKAN BANTUAN
MANADO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, BAZNAS Sulut bersama BAZNAS Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga amil zakat (LAZ), serta majelis ta’lim menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak musibah kebakaran di sekitar Masjid Al-Amin, Aspol Pakowa, Kecamatan Wanea, Kota Manado.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan pascakebakaran. Bantuan tersebut diterima langsung oleh BTM Masjid Al-Amin Aspol Pakowa, Hi. Kennedy Paputungan, SE., yang selanjutnya akan membantu memastikan bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
Bantuan ini diperuntukkan bagi 4 keluarga Muslim dengan jumlah keseluruhan 18 KK, serta 1 keluarga non-Muslim yang rumahnya berada berdekatan dengan Masjid Al-Amin Aspol Pakowa dan turut terdampak akibat musibah kebakaran.
Keterlibatan keluarga non-Muslim dalam penerima bantuan menjadi cerminan bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial tidak mengenal sekat perbedaan. BAZNAS Sulut berupaya menghadirkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di sekitar lokasi musibah dan mengalami dampak langsung.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang disalurkan berupa seng, kaso, ring, pakaian layak pakai, serta berbagai paket bantuan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut merupakan hasil penghimpunan kepedulian dari berbagai pihak yang bersama-sama mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan dengan total Rp. 44.600.000.
Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi salah satu kekuatan penting dalam penanganan masyarakat terdampak bencana. BAZNAS Sulut tidak bergerak sendiri, melainkan menggandeng BAZNAS Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan, lembaga zakat, majelis ta’lim, dan berbagai unsur masyarakat untuk menghadirkan bantuan secara bersama-sama.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, SH., MH, melalui jajaran BAZNAS Sulut terus mendorong agar zakat, infak, sedekah, dan kepedulian sosial dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
Bagi BAZNAS Sulut, bantuan yang disalurkan bukan sekadar material. Di dalamnya terdapat pesan kemanusiaan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi musibah tidak berjalan sendirian.
Ada kepedulian yang hadir, ada solidaritas yang menguatkan, dan ada tangan-tangan yang dengan tulus membantu masyarakat untuk bangkit kembali.
Musibah kebakaran yang terjadi di sekitar Masjid Al-Amin Aspol Pakowa telah memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat yang berada di lokasi tersebut. Karena itu, proses pemulihan membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
Bantuan berupa seng, kaso, dan ring diharapkan dapat membantu kebutuhan perbaikan rumah maupun fasilitas yang terdampak. Sementara bantuan berupa pakaian layak pakai dan paket bantuan lainnya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menjalani masa pemulihan.
Penyaluran bantuan ini juga memperlihatkan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas masih menjadi kekuatan besar masyarakat Sulawesi Utara. Ketika berbagai elemen masyarakat bersatu, beban yang dirasakan oleh saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah dapat menjadi lebih ringan.
Kepedulian tersebut juga terlihat dari keterlibatan berbagai unsur, mulai dari BAZNAS Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan, lembaga zakat, majelis ta’lim, hingga para dermawan dan masyarakat yang turut memberikan dukungan.
BAZNAS Sulut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam penghimpunan maupun penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran di Aspol Pakowa.
Secara khusus, BAZNAS Sulut juga mengapresiasi BTM Masjid Al-Amin Aspol Pakowa, Hi. Kennedy Paputungan, SE., yang menerima bantuan sekaligus menjadi bagian penting dalam proses koordinasi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Keterlibatan BTM Masjid Al-Amin diharapkan dapat membantu memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan.
Lebih dari sekadar bantuan kebendaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa musibah dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian antarsesama.
Kehadiran bantuan bagi keluarga Muslim maupun keluarga non-Muslim yang berada di sekitar lokasi menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan menjadi dasar utama dalam membangun kepedulian. Dalam situasi bencana, semua pihak dapat saling membantu dan menguatkan tanpa melihat latar belakang perbedaan.
BAZNAS Sulut berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata, meringankan beban masyarakat terdampak, serta menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan keluarga-keluarga yang mengalami musibah.
BAZNAS Sulut juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kepedulian dan gotong royong. Setiap bantuan, doa, tenaga, maupun dukungan yang diberikan memiliki arti penting bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit.
Karena pada akhirnya, kebaikan yang dilakukan bersama akan melahirkan kekuatan yang lebih besar untuk kemanusiaan.
Semoga seluruh keluarga terdampak diberikan ketabahan, kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam melewati masa pemulihan. Semoga bantuan yang disalurkan menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.
BAZNAS Provinsi Sulawesi UtaraZakat Menguatkan Indonesia
12/08/2026 | Humas Baznas Sulut

PENDISTRIBUSIAN BANTUAN KEPADA MUSTAHIK
Manado — Pada hari Jumat, 21 November 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali menyalurkan bantuan kepada lima mustahik sebagai bagian dari program pemberdayaan dan layanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Distribusi bantuan ini dibagi ke dalam empat program utama BAZNAS Sulut dengan rincian sebagai berikut:
- 2 mustahik melalui program Sulut Makmur- 1 mustahik melalui program Sulut Cerdas- 1 mustahik melalui program Sulut Taqwa- 1 mustahik melalui program Sulut Peduli
Ketua BAZNAS Sulawesi Utara Hj. Lutvia Alwi menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi penerima. Melalui program-program tersebut, BAZNAS berharap dapat membantu memperkuat kemandirian ekonomi mustahik, meningkatkan akses pendidikan, mendukung kegiatan keagamaan, serta memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Sulut terus berupaya menjalankan amanah umat dengan penuh tanggung jawab serta memperluas jangkauan distribusi kepada mustahik di berbagai wilayah di Sulawesi Utara. Dengan dukungan para muzaki dan seluruh pihak, BAZNAS optimis dapat menghadirkan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
01/12/2025 | Humas Baznas Sulut

SERAH TERIMA BARANG BENGKEL MOTOR Z-AUTO DI 3 TITIK BERBEDA 26/11/2025 | Penul
Manado, 26 November 2025 — Proses serah terima barang untuk bengkel motor Z-Auto berlangsung pada 25–26 November 2025 di tiga titik distribusi, dengan dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bantuan tersebut didistribusikan melalui BAZNAS Provinsi Sulut, sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi dan penguatan usaha kecil menengah (UKM) di sektor otomotif.
Serah terima dilakukan secara bertahap di tiga lokasi yang telah ditetapkan. Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan bengkel, peralatan servis, serta material pendukung lain yang diperlukan untuk meningkatkan standar layanan di bengkel Z-Auto.
Pendamping Z-Auto BAZNAS Provinsi Sulut menyampaikan bahwa distribusi ini merupakan amanah dari BAZNAS RI untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas layanan dan daya saing. “Kami memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran. Melalui dukungan ini, kami berharap Z-Auto dapat semakin berkembang serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Pihak Z-Auto menyambut baik dukungan ini dan menegaskan bahwa serah terima di tiga titik berlangsung lancar dan sesuai jadwal. Bantuan tersebut dinilai sangat strategis, terutama menjelang periode peningkatan permintaan layanan perawatan kendaraan pada akhir tahun.
Dengan rampungnya rangkaian serah terima ini, Z-Auto menargetkan peningkatan efisiensi, memperluas jangkauan layanan, dan memperkuat kapasitas operasional di seluruh titik Z-Auto.
01/12/2025 | Humas Baznas Sulut
Artikel Terbaru
Optimis — bersama zakat, hidup lebih berkah
OKTOBER — “O” nya ... OPTIMIS, dengan BERZAKAT!
Mari jadikan bulan Oktober sebagai bulan peduli dan berbagi.
Optimis — bersama zakat, hidup lebih berkah.
? Satu zakat, sejuta manfaat.
???? Salurkan melalui:
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara
???? Info & Konfirmasi:
- 082191402391
- 089615282179
07/10/2025 | Humas Baznas Sulut
ZAKAT SEBAGAI BUKTI KEIMANAN
Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah SWT untuk dikeluarkan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60.
Zakat bukan hanya kewajiban sosial dalam Islam, tetapi juga manifestasi nyata dari keimanan seorang Muslim. Dalam ajaran Islam, keimanan yang benar harus tercermin dalam amal perbuatan. Zakat menjadi salah satu indikator paling jelas dari keterkaitan antara hati, iman, dan tindakan nyata.
Zakat dan Keimanan
Dalam banyak ayat Al-Qur’an, perintah menunaikan zakat senantiasa disandingkan dengan perintah mendirikan salat. Ini menunjukkan bahwa zakat bukanlah sekadar amalan sosial, tetapi ibadah yang berdimensi spiritual dan keimanan.
Allah SWT berfirman:
“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Baqarah: 43)
Ayat ini menunjukkan bahwa zakat adalah bagian integral dari keislaman seseorang. Menolak atau mengabaikan zakat bukan hanya bentuk kelalaian sosial, tetapi juga bisa mengarah pada lemahnya iman.
Zakat Sebagai Ujian dan Bukti
Zakat menjadi ujian keimanan karena menyentuh aspek yang sangat dekat dengan manusia: harta. Manusia secara fitrah mencintai harta benda. Maka, ketika seorang Muslim bersedia menyisihkan sebagian hartanya untuk orang lain demi memenuhi perintah Allah, hal itu mencerminkan keimanan yang kuat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak beriman siapa yang kenyang sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Al-Baihaqi)
Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang rasa empati, kepedulian, dan kepekaan sosial yang lahir dari hati yang beriman.
Dampak Zakat dalam Kehidupan
Mendekatkan Diri kepada Allah Zakat menyucikan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan.
Menumbuhkan Solidaritas Sosial Zakat menciptakan jembatan kasih antara si kaya dan si miskin, mengurangi kecemburuan sosial.
Mendatangkan Keberkahan Harta Harta yang dizakati akan lebih berkah dan tumbuh dengan izin Allah SWT.
21/05/2025 | Baznas Provinsi Sulut
ZAKAT SEBAGAI CAHAYA KEADILAN SOSIAL
ZAKAT SEBAGAI CAHAYA KEADILAN SOSIAL
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Muslim, bukan hanya sebagai kewajiban spiritual, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mampu menciptakan keadilan dan kesejahteraan dalam masyarakat. Dalam konteks ini, zakat dapat dianalogikan sebagai cahaya keadilan sosial, karena mampu menerangi berbagai sisi kehidupan sosial yang diliputi oleh kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakadilan.
Zakat: Ibadah yang Menyentuh Aspek Sosial
Zakat secara etimologis berasal dari kata zak? yang berarti “bersih”, “suci”, “berkah”, dan “tumbuh”. Dalam pengertian syar’i, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat, dan diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya (asnaf). Kewajiban ini tidak hanya bersifat vertikal antara manusia dan Allah, tetapi juga horizontal antara manusia dengan sesamanya.
Melalui zakat, Allah SWT mengajarkan pentingnya kepedulian sosial dan keadilan dalam distribusi kekayaan. Dengan kata lain, zakat adalah ibadah yang mengandung nilai sosial tinggi dan menjadi bentuk nyata dari solidaritas antarsesama manusia.
Menanggulangi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi
Salah satu persoalan terbesar dalam masyarakat modern adalah ketimpangan sosial dan ekonomi. Sebagian kecil masyarakat hidup dalam kemewahan, sementara sebagian besar lainnya berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Zakat hadir sebagai mekanisme alami untuk mengalirkan kekayaan dari mereka yang mampu kepada yang membutuhkan.
Melalui zakat, harta tidak hanya berputar di kalangan orang-orang kaya. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an, “Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS. Al-Hasyr: 7). Ini merupakan prinsip keadilan sosial yang luar biasa, di mana zakat menjadi jembatan bagi terwujudnya keseimbangan dalam masyarakat.
Zakat sebagai Solusi Pengentasan Kemiskinan
Dalam sejarah Islam, zakat terbukti efektif dalam mengentaskan kemiskinan. Salah satu contoh paling menakjubkan terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Saat itu, pengelolaan zakat begitu optimal hingga sulit menemukan mustahik yang masih membutuhkan bantuan. Ini menunjukkan bahwa dengan manajemen yang amanah dan profesional, zakat mampu menjadi solusi konkrit terhadap persoalan kemiskinan struktural.
Membangun Rasa Solidaritas dan Empati
Zakat juga berfungsi membangun ikatan sosial yang kuat di antara anggota masyarakat. Ia menumbuhkan empati, mengajarkan berbagi, dan memperkuat solidaritas sosial. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim tidak hanya menunaikan kewajiban agamanya, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang.
Zakat sebagai Cahaya Keadilan Sosial
Mengibaratkan zakat sebagai cahaya bukanlah hal yang berlebihan. Cahaya membawa terang dalam kegelapan; demikian pula zakat membawa harapan bagi mereka yang hidup dalam kesulitan. Ia menjadi pelita bagi masyarakat dalam meniti jalan keadilan, menghapus luka-luka sosial, dan membuka ruang bagi hadirnya kesejahteraan yang merata.
Dalam dunia yang semakin individualistik dan materialistik, zakat adalah pengingat bahwa keberkahan hidup bukan hanya dari seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa banyak yang kita berikan kepada sesama.
Zakat adalah manifestasi keadilan sosial dalam Islam. Ia menjadi sarana pembersih harta, penghubung antar kalangan masyarakat, dan jaminan sosial yang bisa mengangkat martabat manusia. Dengan menjadikan zakat sebagai bagian integral dari kehidupan umat, kita tidak hanya menjalankan perintah Allah SWT, tetapi juga berkontribusi langsung dalam membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, dan sejahtera.
Sudah saatnya kita menempatkan zakat bukan sekadar sebagai kewajiban tahunan, tetapi sebagai cahaya yang menuntun jalan peradaban menuju keadilan sosial yang hakiki.
16/05/2025 | Baznas Provinsi Sulut
BAZNAS TV
Sahabat Baznas Bermanfaat Bagi Umat
Penulis: Humas Baznas Sulut
Baznas Sulut Peduli Sampai Pelosok
Penulis: Humas Baznas Sulut
