Berita Terkini
Resmi Tutup Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 Setelah Tujuh Hari, Penyaluran Bantuan Tetap Dibuka melalui UPZ Masjid Darussalam 1
BAZNAS Sulawesi Utara Resmi Tutup Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 Setelah Tujuh Hari, Penyaluran Bantuan Tetap Dibuka melalui UPZ Masjid Darussalam 1
Resmi Tutup Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 Setelah Tujuh Hari, Penyaluran Bantuan Tetap Dibuka melalui UPZ Masjid Darussalam 1
MANADO — Senin, 19 Oktober 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara secara resmi mengakhiri operasional Posko dan Dapur Umum Tanggap Darurat Kebakaran Sindulang 1, Kota Manado, pada Senin, 19 Oktober 2026. Penutupan ini menandai berakhirnya tujuh hari pelaksanaan pelayanan kemanusiaan yang telah dimulai sejak Selasa, 13 Oktober 2026, sebagai bentuk kepedulian dan respons bersama terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di wilayah Sindulang 1.
Selama tujuh hari pelaksanaan, posko yang menjadi pusat koordinasi bantuan kemanusiaan tersebut telah mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan solidaritas kemanusiaan. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara bersama BAZNAS Kota Manado, Sahabat BAZNAS, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Darussalam 1, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Manado, Gerakan Pemuda Ansor, serta berbagai organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, paguyuban, relawan, dan pihak terkait lainnya turut mengambil bagian dalam upaya membantu meringankan beban warga yang terdampak.
Penutupan posko dilaksanakan setelah melalui rangkaian koordinasi dan evaluasi bersama dengan mempertimbangkan perkembangan penanganan bantuan di lapangan. Keputusan ini bukan berarti berakhirnya kepedulian terhadap para korban, melainkan merupakan bagian dari penyesuaian mekanisme pelayanan agar proses penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran bantuan dapat terus berlangsung secara terarah, terkoordinasi, dan bertanggung jawab.
Penandatanganan Berita Acara Penutupan Posko
Sebagai bentuk tertib administrasi, akuntabilitas, dan pertanggungjawaban bersama, berakhirnya operasional Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 ditandai dengan penandatanganan berita acara penutupan posko oleh pihak-pihak terkait.
Penandatanganan berita acara tersebut menjadi penegasan bahwa pelayanan melalui posko dan dapur umum yang telah berjalan sejak 13 Oktober 2026 secara resmi berakhir pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah tujuh hari pelaksanaan. Dokumen ini sekaligus menjadi bagian dari administrasi kegiatan dan bahan evaluasi atas pelaksanaan pelayanan kemanusiaan selama masa tanggap darurat.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara memandang bahwa setiap kegiatan kemanusiaan tidak hanya membutuhkan kecepatan dalam merespons kebutuhan masyarakat, tetapi juga harus disertai dengan tata kelola yang baik, pencatatan yang tertib, serta pertanggungjawaban atas amanah bantuan yang dipercayakan oleh masyarakat.
Dengan demikian, berakhirnya operasional posko tidak menghilangkan komitmen untuk terus mendampingi masyarakat terdampak. Justru, langkah ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lanjutan agar bantuan yang masih dibutuhkan dapat dihimpun dan disalurkan melalui mekanisme yang lebih terfokus.
Bantuan Tetap Dibuka melalui UPZ Masjid Darussalam 1
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menegaskan bahwa meskipun Posko dan Dapur Umum resmi ditutup, kesempatan bagi masyarakat untuk menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran Sindulang 1 tetap terbuka.
Penghimpunan bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan melalui UPZ Masjid Darussalam 1, dengan tetap berada dalam koordinasi dan pengawasan BAZNAS sesuai mekanisme yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kepedulian masyarakat sekaligus memastikan bahwa amanah bantuan tetap dikelola secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat, para donatur, munfiq, lembaga, organisasi, komunitas, serta seluruh pihak yang masih ingin berpartisipasi dalam membantu korban kebakaran dapat melanjutkan dukungan melalui UPZ Masjid Darussalam 1. Bentuk bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak dan hasil koordinasi di lapangan.
BAZNAS Sulawesi Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami bahwa berakhirnya masa operasional posko bukanlah akhir dari gerakan solidaritas. Pemulihan kehidupan warga yang terdampak kebakaran membutuhkan proses, perhatian, dan dukungan berkelanjutan. Karena itu, sinergi antara lembaga pengelola zakat, pengurus masjid, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan masyarakat luas tetap menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan menjangkau mereka yang membutuhkan.
Apresiasi dan Terima Kasih kepada Seluruh Donatur, Munfiq, dan Relawan
Dalam kesempatan ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, munfiq, relawan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, paguyuban, lembaga, serta pihak-pihak terkait yang telah mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak kebakaran Sindulang 1.
Apresiasi secara khusus disampaikan kepada setiap pihak yang telah mempercayakan bantuan melalui Posko BAZNAS, baik dalam bentuk dana maupun barang kebutuhan sehari-hari. Dukungan berupa sembako, makanan siap saji, air mineral, air galon, pakaian layak pakai, kasur, karpet, tikar, alas tidur, serta berbagai kebutuhan lainnya telah menjadi wujud nyata kepedulian terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit.
BAZNAS Sulawesi Utara juga memberikan penghormatan kepada para relawan yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu operasional posko, mendukung pelayanan dapur umum, mengoordinasikan bantuan, serta terlibat dalam proses distribusi kepada warga terdampak. Dedikasi para relawan merupakan bagian penting dari keberhasilan pelayanan kemanusiaan selama tujuh hari tersebut.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada BAZNAS Kota Manado, Sahabat BAZNAS, UPZ Masjid Darussalam 1, DMI Kota Manado, Gerakan Pemuda Ansor, serta seluruh unsur yang telah membangun kerja sama dan memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung.
BAZNAS Sulawesi Utara menyadari bahwa ikhtiar kemanusiaan ini tidak dapat berjalan dengan baik apabila hanya dilakukan oleh satu lembaga. Kolaborasi, kepercayaan, dan kesediaan untuk saling membantu menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun nilainya, memiliki arti penting bagi para penerima manfaat. Di balik setiap paket kebutuhan pokok, makanan, pakaian, dan dukungan finansial, terdapat kepedulian dan harapan agar warga yang terdampak dapat kembali menata kehidupan mereka.
Semoga segala bentuk kebaikan yang telah diberikan menjadi amal jariyah, mendapat balasan terbaik dari Allah SWT, serta membawa keberkahan bagi para donatur, munfiq, relawan, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Laporan Kegiatan Akan Dirilis Selambat-lambatnya Tujuh Hari Setelah Penutupan
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan bantuan, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara akan menyusun dan merilis laporan kegiatan Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 selambat-lambatnya tujuh hari setelah penutupan posko.
Laporan tersebut akan disiapkan melalui proses rekapitulasi dan verifikasi data yang mencakup pelaksanaan kegiatan, penerimaan bantuan, jenis bantuan yang dihimpun, penyaluran kepada masyarakat terdampak, serta informasi relevan lainnya sesuai dengan data dan dokumen pertanggungjawaban yang tersedia.
Proses penyusunan laporan dilakukan secara cermat agar informasi yang disampaikan kepada publik dapat menggambarkan pelaksanaan kegiatan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Rekapitulasi ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan amanah yang dititipkan melalui BAZNAS dan para mitra kolaborasi.
BAZNAS Sulawesi Utara memandang transparansi sebagai unsur mendasar dalam setiap kegiatan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan bantuan kemanusiaan. Kepercayaan para donatur dan munfiq merupakan amanah yang harus dijaga melalui tata kelola yang profesional, pelaporan yang jelas, serta penyaluran yang memperhatikan kebutuhan penerima manfaat.
Dengan adanya laporan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai pelaksanaan kegiatan selama tujuh hari, sekaligus mengetahui bahwa bantuan yang dipercayakan telah dikelola melalui mekanisme koordinasi dan pertanggungjawaban yang semestinya.
Meneguhkan Semangat Kemanusiaan dan Kepedulian Bersama
Berakhirnya operasional Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 menjadi penanda selesainya satu tahapan pelayanan kemanusiaan, tetapi bukan akhir dari kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial merupakan kekuatan besar yang mampu menyatukan berbagai unsur masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Ketika musibah terjadi, kehadiran bantuan, dukungan moral, dan kebersamaan menjadi sumber kekuatan bagi warga untuk menghadapi keadaan dan melanjutkan kehidupan.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam situasi kebencanaan. Kolaborasi dengan UPZ masjid, relawan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pihak terkait akan terus diperkuat sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Melalui berakhirnya posko ini, BAZNAS Sulawesi Utara mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga semangat berbagi, memperkuat persaudaraan, dan melanjutkan dukungan bagi saudara-saudara yang membutuhkan.
Posko boleh berakhir, tetapi kepedulian tidak boleh berhenti. Semangat membantu dan meringankan beban sesama harus terus hidup melalui kerja bersama, pengelolaan amanah yang bertanggung jawab, serta komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara
Zakat Menguatkan Indonesia.
#ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq #BaznasTanggapBencana
19/10/2026 | Humas Baznas Sulut
Rakornas BAZNAS 2026 Berakhir, BAZNAS Sulawesi Utara Bersama BAZNAS Kabupaten Kota Perkuat Komitmen Pengelolaan Zakat
Rakornas BAZNAS Berakhir di Jakarta, BAZNAS Sulawesi Utara Bersama BAZNAS Kabupaten Kota Perkuat Komitmen Pengelolaan Zakat
Rakornas BAZNAS 2026 Berakhir, BAZNAS Sulawesi Utara Bersama BAZNAS Kabupaten Kota Perkuat Komitmen Pengelolaan Zakat
JAKARTA — Rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang berlangsung di Jakarta resmi berakhir pada 15 Oktober 2026. Kegiatan nasional ini menjadi momentum penting bagi jajaran BAZNAS di berbagai tingkatan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas tata kelola zakat, serta menyatukan langkah dalam mengoptimalkan pengumpulan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara turut hadir dan berpartisipasi bersama perwakilan BAZNAS kabupaten/kota dari Sulawesi Utara, yakni BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow dan BAZNAS Kota Tomohon. Kehadiran unsur BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi kelembagaan serta mendorong pengelolaan zakat yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Rakornas BAZNAS menjadi forum strategis untuk mempertemukan jajaran pimpinan dan pengelola zakat dalam rangka membangun kesamaan persepsi, menyelaraskan arah kebijakan, serta memperkuat pelaksanaan program-program zakat di daerah. Melalui forum ini, setiap perwakilan BAZNAS memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan zakat yang terus berkembang.
Bagi BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, partisipasi dalam Rakornas tidak sekadar menjadi bentuk kehadiran pada agenda nasional, tetapi juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki, munfik, dan mustahik. Berbagai pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan pelaksanaan program kerja BAZNAS di wilayah Sulawesi Utara.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, MH, menjadi bagian dari jajaran pimpinan yang mengikuti rangkaian kegiatan Rakornas tersebut. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara juga menyampaikan laporan mengenai perkembangan pengelolaan zakat di daerah pada hari kedua kegiatan, 14 Oktober 2026. Penyampaian laporan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan gambaran mengenai pelaksanaan program dan capaian kelembagaan BAZNAS Sulawesi Utara dalam menjalankan amanah pengelolaan dana umat.
Di sela-sela rangkaian kegiatan, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara juga berkoordinasi dengan Ketua BAZNAS Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid. Koordinasi ini menjadi bagian dari komunikasi kelembagaan untuk memperkuat hubungan antara BAZNAS daerah dan BAZNAS RI, sekaligus mendukung kesinambungan pelaksanaan kebijakan serta program pengelolaan zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Kehadiran BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow dan BAZNAS Kota Tomohon bersama BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara turut menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam membangun ekosistem zakat yang kuat di daerah. Sinergi antara BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota diperlukan agar program pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat dapat berjalan lebih terarah, saling mendukung, serta menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Penguatan koordinasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada para muzaki dan munfik, sekaligus memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dikelola sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan tata kelola yang baik, zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membantu mengurangi kemiskinan, memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya mengembangkan pelaksanaan program-program unggulan melalui berbagai bidang, meliputi Sulut Makmur, Sulut Cerdas, Sulut Sehat, Sulut Takwa, dan Sulut Peduli. Program-program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan manfaat zakat secara lebih luas, baik dalam bentuk bantuan langsung bagi masyarakat yang membutuhkan maupun melalui pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup mustahik.
Semangat kolaborasi yang terbangun melalui Rakornas diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program-program tersebut, dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan dana umat. Dukungan dan kepercayaan masyarakat menjadi modal penting bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kinerja dan memperluas manfaat zakat di Sulawesi Utara.
Berakhirnya Rakornas pada 15 Oktober 2026 bukanlah akhir dari proses penguatan kelembagaan, melainkan menjadi titik awal untuk menindaklanjuti berbagai hasil koordinasi dan pembelajaran dalam pelaksanaan tugas di daerah. Setiap jajaran BAZNAS diharapkan mampu menerjemahkan arah kebijakan dan semangat kolaborasi tersebut ke dalam program kerja yang terukur, pelayanan yang semakin baik, serta pengelolaan ZIS yang memberikan dampak nyata bagi umat.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara bersama BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow dan BAZNAS Kota Tomohon berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, dan menjaga kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan zakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang semakin efektif, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Melalui semangat kebersamaan dan tanggung jawab kelembagaan, BAZNAS Sulawesi Utara meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan pengelolaan zakat yang aman secara syariah, aman secara regulasi, serta berkontribusi bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Zakat Menguatkan Indonesia.
#ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq #BAZNASSulut #RakornasBAZNAS2026 #BAZNASUntukUmat
18/10/2026 | Humas Baznas Sulut
Tim Posko Tenda BAZNAS Gelar Rapat Evaluasi Hari Keenam, Penutupan Dijadwalkan Senin Ba’da Ashar
Tim Posko Tenda BAZNAS Gelar Rapat Evaluasi Hari Keenam, Penutupan Dijadwalkan Senin Ba’da Ashar
MANADO, Ahad, 18 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara bersama BAZNAS Kota Manado dan sejumlah lembaga serta organisasi masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana kebakaran di Sindulang melaksanakan rapat evaluasi pada hari keenam operasional Posko Tenda BAZNAS, Ahad (18/10/2026).
Rapat evaluasi yang berlangsung di Posko Tenda BAZNAS, depan Masjid Darussalam 1, menjadi momentum penting untuk meninjau pelaksanaan pelayanan kemanusiaan, mengevaluasi penyaluran bantuan, serta mengoordinasikan langkah-langkah akhir sebelum posko resmi ditutup.
Kegiatan ini dihadiri oleh lima perwakilan lembaga dan organisasi kemasyarakatan yang selama beberapa hari terakhir berkolaborasi dalam mendukung penanganan dampak kebakaran. Kolaborasi tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta sinergi lintas lembaga dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah.
Adapun unsur yang hadir dalam rapat evaluasi ini meliputi BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, BAZNAS Kota Manado, Sahabat BAZNAS, UPZ Masjid Darussalam 1, serta unsur Dewan Masjid Indonesia (DMI) Manado dan Ansor Manado. Seluruh unsur tersebut memiliki peran dalam mendukung pelayanan posko, menghimpun dan menyalurkan bantuan, serta memperkuat koordinasi kemanusiaan bagi warga terdampak.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa operasional Posko Tenda BAZNAS akan berakhir pada Senin, 19 Oktober 2026, ba’da Ashar. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya masa pelayanan posko secara terkoordinasi setelah menjalankan berbagai aktivitas kemanusiaan untuk membantu warga yang terdampak kebakaran.
Selama posko beroperasi, bantuan terus berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, paguyuban, tokoh masyarakat, hingga para munfiq dan donatur yang menyalurkan kepeduliannya. Bantuan yang diterima mencakup kebutuhan pokok, makanan siap saji, air mineral, pakaian layak pakai, alas tidur, tikar, kasur, serta berbagai kebutuhan lain yang diperlukan oleh masyarakat terdampak.
Selain menjadi pusat penerimaan bantuan, Posko Tenda BAZNAS juga berfungsi sebagai ruang koordinasi dan kolaborasi bagi berbagai pihak yang ingin mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan. Melalui koordinasi yang terarah, bantuan yang terkumpul dapat dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh lembaga, organisasi masyarakat, tokoh agama, relawan, donatur, munfiq, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan selama berlangsungnya operasional posko. Setiap bantuan, baik berupa materi maupun tenaga dan perhatian, merupakan bagian penting dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban saudara-saudara yang terdampak musibah.
BAZNAS Sulawesi Utara menegaskan bahwa berakhirnya operasional Posko Tenda BAZNAS tidak berarti berakhirnya penerimaan donasi dan bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran. Penghimpunan donasi, baik berupa uang tunai maupun bantuan barang kebutuhan pokok, tetap dibuka sebagai bentuk keberlanjutan kepedulian terhadap warga yang masih membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan pascabencana.
Setelah posko resmi ditutup pada Senin, 19 Oktober 2026, penyaluran bantuan selanjutnya akan diarahkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid yang menjadi bagian dari jaringan pelayanan kemanusiaan BAZNAS. Mekanisme ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menyalurkan bantuan sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak tetap mendapat perhatian secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara & BAZNAS Kota Manado akan tetap melakukan koordinasi, pemantauan, dan pengawasan terhadap pengelolaan serta penyaluran bantuan melalui UPZ masjid. Dengan demikian, bantuan yang dipercayakan oleh para munfiq, donatur, dan masyarakat dapat dikelola secara amanah, transparan, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan bahwa pelayanan kemanusiaan tidak berhenti pada penutupan posko, melainkan terus berlanjut melalui koordinasi kelembagaan dan jaringan UPZ masjid. BAZNAS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga semangat solidaritas dan gotong royong dengan terus menyalurkan infak, sedekah, serta bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudara yang terdampak musibah kebakaran di Sindulang.
Zakat Menguatkan Indonesia. Bersama, kita hadir untuk membantu, menguatkan, dan menumbuhkan kembali harapan bagi sesama.
#BAZNASSulut #ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq #BaznasTanggapBencana #PoskoTendaBAZNAS #PeduliKorbanKebakaran
18/10/2026 | Humas Baznas Sulut
Berita Pendistribusian

BAZNAS SULUT GANDENG BAZNAS KABKO, ORMAS, LAZ, MAJELIS TAKLIM SALURKAN BANTUAN
MANADO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, BAZNAS Sulut bersama BAZNAS Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga amil zakat (LAZ), serta majelis ta’lim menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak musibah kebakaran di sekitar Masjid Al-Amin, Aspol Pakowa, Kecamatan Wanea, Kota Manado.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan pascakebakaran. Bantuan tersebut diterima langsung oleh BTM Masjid Al-Amin Aspol Pakowa, Hi. Kennedy Paputungan, SE., yang selanjutnya akan membantu memastikan bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
Bantuan ini diperuntukkan bagi 4 keluarga Muslim dengan jumlah keseluruhan 18 KK, serta 1 keluarga non-Muslim yang rumahnya berada berdekatan dengan Masjid Al-Amin Aspol Pakowa dan turut terdampak akibat musibah kebakaran.
Keterlibatan keluarga non-Muslim dalam penerima bantuan menjadi cerminan bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial tidak mengenal sekat perbedaan. BAZNAS Sulut berupaya menghadirkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di sekitar lokasi musibah dan mengalami dampak langsung.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang disalurkan berupa seng, kaso, ring, pakaian layak pakai, serta berbagai paket bantuan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut merupakan hasil penghimpunan kepedulian dari berbagai pihak yang bersama-sama mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan dengan total Rp. 44.600.000.
Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi salah satu kekuatan penting dalam penanganan masyarakat terdampak bencana. BAZNAS Sulut tidak bergerak sendiri, melainkan menggandeng BAZNAS Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan, lembaga zakat, majelis ta’lim, dan berbagai unsur masyarakat untuk menghadirkan bantuan secara bersama-sama.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, SH., MH, melalui jajaran BAZNAS Sulut terus mendorong agar zakat, infak, sedekah, dan kepedulian sosial dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
Bagi BAZNAS Sulut, bantuan yang disalurkan bukan sekadar material. Di dalamnya terdapat pesan kemanusiaan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi musibah tidak berjalan sendirian.
Ada kepedulian yang hadir, ada solidaritas yang menguatkan, dan ada tangan-tangan yang dengan tulus membantu masyarakat untuk bangkit kembali.
Musibah kebakaran yang terjadi di sekitar Masjid Al-Amin Aspol Pakowa telah memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat yang berada di lokasi tersebut. Karena itu, proses pemulihan membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
Bantuan berupa seng, kaso, dan ring diharapkan dapat membantu kebutuhan perbaikan rumah maupun fasilitas yang terdampak. Sementara bantuan berupa pakaian layak pakai dan paket bantuan lainnya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menjalani masa pemulihan.
Penyaluran bantuan ini juga memperlihatkan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas masih menjadi kekuatan besar masyarakat Sulawesi Utara. Ketika berbagai elemen masyarakat bersatu, beban yang dirasakan oleh saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah dapat menjadi lebih ringan.
Kepedulian tersebut juga terlihat dari keterlibatan berbagai unsur, mulai dari BAZNAS Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan, lembaga zakat, majelis ta’lim, hingga para dermawan dan masyarakat yang turut memberikan dukungan.
BAZNAS Sulut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam penghimpunan maupun penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran di Aspol Pakowa.
Secara khusus, BAZNAS Sulut juga mengapresiasi BTM Masjid Al-Amin Aspol Pakowa, Hi. Kennedy Paputungan, SE., yang menerima bantuan sekaligus menjadi bagian penting dalam proses koordinasi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Keterlibatan BTM Masjid Al-Amin diharapkan dapat membantu memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan.
Lebih dari sekadar bantuan kebendaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa musibah dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian antarsesama.
Kehadiran bantuan bagi keluarga Muslim maupun keluarga non-Muslim yang berada di sekitar lokasi menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan menjadi dasar utama dalam membangun kepedulian. Dalam situasi bencana, semua pihak dapat saling membantu dan menguatkan tanpa melihat latar belakang perbedaan.
BAZNAS Sulut berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata, meringankan beban masyarakat terdampak, serta menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan keluarga-keluarga yang mengalami musibah.
BAZNAS Sulut juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kepedulian dan gotong royong. Setiap bantuan, doa, tenaga, maupun dukungan yang diberikan memiliki arti penting bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit.
Karena pada akhirnya, kebaikan yang dilakukan bersama akan melahirkan kekuatan yang lebih besar untuk kemanusiaan.
Semoga seluruh keluarga terdampak diberikan ketabahan, kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam melewati masa pemulihan. Semoga bantuan yang disalurkan menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.
BAZNAS Provinsi Sulawesi UtaraZakat Menguatkan Indonesia
12/08/2026 | Humas Baznas Sulut

PENDISTRIBUSIAN BANTUAN KEPADA MUSTAHIK
Manado — Pada hari Jumat, 21 November 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali menyalurkan bantuan kepada lima mustahik sebagai bagian dari program pemberdayaan dan layanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Distribusi bantuan ini dibagi ke dalam empat program utama BAZNAS Sulut dengan rincian sebagai berikut:
- 2 mustahik melalui program Sulut Makmur- 1 mustahik melalui program Sulut Cerdas- 1 mustahik melalui program Sulut Taqwa- 1 mustahik melalui program Sulut Peduli
Ketua BAZNAS Sulawesi Utara Hj. Lutvia Alwi menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi penerima. Melalui program-program tersebut, BAZNAS berharap dapat membantu memperkuat kemandirian ekonomi mustahik, meningkatkan akses pendidikan, mendukung kegiatan keagamaan, serta memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Sulut terus berupaya menjalankan amanah umat dengan penuh tanggung jawab serta memperluas jangkauan distribusi kepada mustahik di berbagai wilayah di Sulawesi Utara. Dengan dukungan para muzaki dan seluruh pihak, BAZNAS optimis dapat menghadirkan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
01/12/2025 | Humas Baznas Sulut

SERAH TERIMA BARANG BENGKEL MOTOR Z-AUTO DI 3 TITIK BERBEDA 26/11/2025 | Penul
Manado, 26 November 2025 — Proses serah terima barang untuk bengkel motor Z-Auto berlangsung pada 25–26 November 2025 di tiga titik distribusi, dengan dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bantuan tersebut didistribusikan melalui BAZNAS Provinsi Sulut, sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi dan penguatan usaha kecil menengah (UKM) di sektor otomotif.
Serah terima dilakukan secara bertahap di tiga lokasi yang telah ditetapkan. Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan bengkel, peralatan servis, serta material pendukung lain yang diperlukan untuk meningkatkan standar layanan di bengkel Z-Auto.
Pendamping Z-Auto BAZNAS Provinsi Sulut menyampaikan bahwa distribusi ini merupakan amanah dari BAZNAS RI untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas layanan dan daya saing. “Kami memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran. Melalui dukungan ini, kami berharap Z-Auto dapat semakin berkembang serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Pihak Z-Auto menyambut baik dukungan ini dan menegaskan bahwa serah terima di tiga titik berlangsung lancar dan sesuai jadwal. Bantuan tersebut dinilai sangat strategis, terutama menjelang periode peningkatan permintaan layanan perawatan kendaraan pada akhir tahun.
Dengan rampungnya rangkaian serah terima ini, Z-Auto menargetkan peningkatan efisiensi, memperluas jangkauan layanan, dan memperkuat kapasitas operasional di seluruh titik Z-Auto.
01/12/2025 | Humas Baznas Sulut
Artikel Terbaru
Optimis — bersama zakat, hidup lebih berkah
OKTOBER — “O” nya ... OPTIMIS, dengan BERZAKAT!
Mari jadikan bulan Oktober sebagai bulan peduli dan berbagi.
Optimis — bersama zakat, hidup lebih berkah.
? Satu zakat, sejuta manfaat.
???? Salurkan melalui:
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara
???? Info & Konfirmasi:
- 082191402391
- 089615282179
07/10/2025 | Humas Baznas Sulut
ZAKAT SEBAGAI BUKTI KEIMANAN
Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah SWT untuk dikeluarkan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60.
Zakat bukan hanya kewajiban sosial dalam Islam, tetapi juga manifestasi nyata dari keimanan seorang Muslim. Dalam ajaran Islam, keimanan yang benar harus tercermin dalam amal perbuatan. Zakat menjadi salah satu indikator paling jelas dari keterkaitan antara hati, iman, dan tindakan nyata.
Zakat dan Keimanan
Dalam banyak ayat Al-Qur’an, perintah menunaikan zakat senantiasa disandingkan dengan perintah mendirikan salat. Ini menunjukkan bahwa zakat bukanlah sekadar amalan sosial, tetapi ibadah yang berdimensi spiritual dan keimanan.
Allah SWT berfirman:
“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Baqarah: 43)
Ayat ini menunjukkan bahwa zakat adalah bagian integral dari keislaman seseorang. Menolak atau mengabaikan zakat bukan hanya bentuk kelalaian sosial, tetapi juga bisa mengarah pada lemahnya iman.
Zakat Sebagai Ujian dan Bukti
Zakat menjadi ujian keimanan karena menyentuh aspek yang sangat dekat dengan manusia: harta. Manusia secara fitrah mencintai harta benda. Maka, ketika seorang Muslim bersedia menyisihkan sebagian hartanya untuk orang lain demi memenuhi perintah Allah, hal itu mencerminkan keimanan yang kuat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak beriman siapa yang kenyang sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Al-Baihaqi)
Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang rasa empati, kepedulian, dan kepekaan sosial yang lahir dari hati yang beriman.
Dampak Zakat dalam Kehidupan
Mendekatkan Diri kepada Allah Zakat menyucikan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan.
Menumbuhkan Solidaritas Sosial Zakat menciptakan jembatan kasih antara si kaya dan si miskin, mengurangi kecemburuan sosial.
Mendatangkan Keberkahan Harta Harta yang dizakati akan lebih berkah dan tumbuh dengan izin Allah SWT.
21/05/2025 | Baznas Provinsi Sulut
ZAKAT SEBAGAI CAHAYA KEADILAN SOSIAL
ZAKAT SEBAGAI CAHAYA KEADILAN SOSIAL
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Muslim, bukan hanya sebagai kewajiban spiritual, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mampu menciptakan keadilan dan kesejahteraan dalam masyarakat. Dalam konteks ini, zakat dapat dianalogikan sebagai cahaya keadilan sosial, karena mampu menerangi berbagai sisi kehidupan sosial yang diliputi oleh kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakadilan.
Zakat: Ibadah yang Menyentuh Aspek Sosial
Zakat secara etimologis berasal dari kata zak? yang berarti “bersih”, “suci”, “berkah”, dan “tumbuh”. Dalam pengertian syar’i, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat, dan diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya (asnaf). Kewajiban ini tidak hanya bersifat vertikal antara manusia dan Allah, tetapi juga horizontal antara manusia dengan sesamanya.
Melalui zakat, Allah SWT mengajarkan pentingnya kepedulian sosial dan keadilan dalam distribusi kekayaan. Dengan kata lain, zakat adalah ibadah yang mengandung nilai sosial tinggi dan menjadi bentuk nyata dari solidaritas antarsesama manusia.
Menanggulangi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi
Salah satu persoalan terbesar dalam masyarakat modern adalah ketimpangan sosial dan ekonomi. Sebagian kecil masyarakat hidup dalam kemewahan, sementara sebagian besar lainnya berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Zakat hadir sebagai mekanisme alami untuk mengalirkan kekayaan dari mereka yang mampu kepada yang membutuhkan.
Melalui zakat, harta tidak hanya berputar di kalangan orang-orang kaya. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an, “Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS. Al-Hasyr: 7). Ini merupakan prinsip keadilan sosial yang luar biasa, di mana zakat menjadi jembatan bagi terwujudnya keseimbangan dalam masyarakat.
Zakat sebagai Solusi Pengentasan Kemiskinan
Dalam sejarah Islam, zakat terbukti efektif dalam mengentaskan kemiskinan. Salah satu contoh paling menakjubkan terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Saat itu, pengelolaan zakat begitu optimal hingga sulit menemukan mustahik yang masih membutuhkan bantuan. Ini menunjukkan bahwa dengan manajemen yang amanah dan profesional, zakat mampu menjadi solusi konkrit terhadap persoalan kemiskinan struktural.
Membangun Rasa Solidaritas dan Empati
Zakat juga berfungsi membangun ikatan sosial yang kuat di antara anggota masyarakat. Ia menumbuhkan empati, mengajarkan berbagi, dan memperkuat solidaritas sosial. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim tidak hanya menunaikan kewajiban agamanya, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang.
Zakat sebagai Cahaya Keadilan Sosial
Mengibaratkan zakat sebagai cahaya bukanlah hal yang berlebihan. Cahaya membawa terang dalam kegelapan; demikian pula zakat membawa harapan bagi mereka yang hidup dalam kesulitan. Ia menjadi pelita bagi masyarakat dalam meniti jalan keadilan, menghapus luka-luka sosial, dan membuka ruang bagi hadirnya kesejahteraan yang merata.
Dalam dunia yang semakin individualistik dan materialistik, zakat adalah pengingat bahwa keberkahan hidup bukan hanya dari seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa banyak yang kita berikan kepada sesama.
Zakat adalah manifestasi keadilan sosial dalam Islam. Ia menjadi sarana pembersih harta, penghubung antar kalangan masyarakat, dan jaminan sosial yang bisa mengangkat martabat manusia. Dengan menjadikan zakat sebagai bagian integral dari kehidupan umat, kita tidak hanya menjalankan perintah Allah SWT, tetapi juga berkontribusi langsung dalam membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, dan sejahtera.
Sudah saatnya kita menempatkan zakat bukan sekadar sebagai kewajiban tahunan, tetapi sebagai cahaya yang menuntun jalan peradaban menuju keadilan sosial yang hakiki.
16/05/2025 | Baznas Provinsi Sulut
BAZNAS TV
Sahabat Baznas Bermanfaat Bagi Umat
Penulis: Humas Baznas Sulut
Baznas Sulut Peduli Sampai Pelosok
Penulis: Humas Baznas Sulut
