WhatsApp Icon

Berita Terkini

BAZNAS SULUT DORONG PENGUATAN KOLABORASI EKONOMI SYARIAH UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH YANG INKLUSIF
BAZNAS SULUT DORONG PENGUATAN KOLABORASI EKONOMI SYARIAH UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH YANG INKLUSIF
BAZNAS SULUT DORONG PENGUATAN KOLABORASI EKONOMI SYARIAH UNTUK MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH YANG INKLUSIF MANADO, Kamis, 29 Oktober 2026 — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, S.H., M.H., bersama Wakil Ketua III/I BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hi. Kennedy K. A. Paputungan, S.E., menghadiri kegiatan Sosialisasi Pemutakhiran Buku Panduan Kolaborasi Lintas Urusan Daerah serta Forum Penyelarasan Ekonomi Syariah Nasional dan Daerah dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Syariah di Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (29/10/2026). Kegiatan strategis ini diinisiasi oleh Direktorat Ekonomi Syariah dan BUMN Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Sulawesi Utara. Acara berlangsung di Aula Gedung Keuangan Negara, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Utara. Kehadiran pimpinan BAZNAS Sulut dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah, khususnya melalui optimalisasi peran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen keuangan sosial Islam yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan umat. EKONOMI SYARIAH SEBAGAI PENGGERAK PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Sulawesi Utara memiliki arti strategis yang melampaui dimensi keagamaan. Ekonomi syariah merupakan salah satu potensi penting yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah, mendorong pertumbuhan yang inklusif, memperluas kesempatan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan daerah, ekonomi syariah membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), satuan kerja terkait, lembaga keuangan syariah, lembaga sosial keagamaan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga organisasi masyarakat dan lembaga pemberdayaan umat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa kebijakan dan program pengembangan ekonomi syariah tidak berjalan secara parsial, melainkan terintegrasi dalam perencanaan pembangunan serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Forum ini sekaligus menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan ekonomi syariah nasional dan daerah, memperkuat koordinasi lintas urusan pemerintahan, serta mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi dan karakteristik perekonomian Sulawesi Utara. Semangat yang mengemuka dalam kegiatan ini adalah pentingnya mengubah komitmen menjadi aksi nyata melalui kerja sama yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Sebagaimana ajakan yang disampaikan dalam konteks pengembangan ekonomi syariah daerah, "Saatnya beraksi dengan kolaborasi untuk kemajuan dan peningkatan ekonomi daerah melalui rajutan ekonomi syariah." Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan ekonomi syariah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kerja sama dan melaksanakan program secara konkret. BAZNAS DAN PERAN STRATEGIS ZAKAT DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT Partisipasi Ketua BAZNAS Sulut, Hj. Lutvia Alwi, S.H., M.H., bersama Wakil Ketua III/I, Hi. Kennedy K. A. Paputungan, S.E., mencerminkan pentingnya keterlibatan lembaga pengelola zakat dalam ekosistem ekonomi syariah daerah. Sebagai lembaga yang memiliki mandat dalam pengelolaan zakat, BAZNAS berperan tidak hanya dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat, tetapi juga dalam mendorong pemberdayaan mustahik agar mampu meningkatkan kapasitas ekonomi, membangun kemandirian, dan memperbaiki taraf hidup secara berkelanjutan. Zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi besar sebagai instrumen keuangan sosial Islam yang dapat melengkapi berbagai kebijakan pembangunan, terutama dalam memperluas akses masyarakat terhadap bantuan produktif, penguatan usaha mikro, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemenuhan kebutuhan dasar kelompok masyarakat yang membutuhkan. Dalam kerangka tersebut, sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, KDEKS, lembaga keuangan syariah, dan para pelaku ekonomi menjadi peluang untuk memperluas jangkauan manfaat program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi yang terbangun secara tepat diharapkan mampu mempertemukan potensi dana sosial keagamaan dengan kebutuhan riil masyarakat, sehingga pengelolaan zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Bagi BAZNAS Sulawesi Utara, pengembangan ekosistem ekonomi syariah merupakan ruang strategis untuk memperkuat kontribusi zakat dalam mendukung kesejahteraan umat. Hal ini sejalan dengan pentingnya pengelolaan zakat yang profesional, amanah, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Melalui pendekatan pemberdayaan, zakat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan mendesak mustahik, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kemandirian ekonomi. LIMA AGENDA STRATEGIS PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH DI SULAWESI UTARA Dalam pembahasan mengenai urgensi dan potensi pengembangan ekonomi syariah di Sulawesi Utara, terdapat lima agenda strategis yang perlu mendapatkan perhatian bersama. 1. Mendorong Pertumbuhan dan Diversifikasi Ekonomi Daerah Pengembangan ekonomi syariah dapat menjadi salah satu alternatif penguatan struktur perekonomian daerah melalui pengembangan sektor-sektor produktif yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang. Diversifikasi ekonomi diperlukan agar sumber pertumbuhan daerah semakin beragam, kesempatan kerja semakin terbuka, dan masyarakat memiliki peluang lebih luas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Dengan dukungan kebijakan yang terarah dan kolaborasi lintas sektor, ekonomi syariah dapat berkontribusi dalam memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat serta menciptakan peluang usaha yang lebih inklusif. 2. Penguatan Rantai Nilai Halal (Halal Value Chain) dan UMKM Penguatan rantai nilai halal merupakan salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berdaya saing. Upaya ini dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, pendampingan sertifikasi halal, penguatan kapasitas pelaku UMKM, perluasan akses pemasaran, serta peningkatan kemampuan pengelolaan usaha. UMKM memiliki posisi penting karena menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, dukungan lintas sektor diperlukan agar pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas produknya, memperluas pasar, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Dalam hal ini, program pemberdayaan ekonomi BAZNAS dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas usaha mustahik sesuai dengan ketentuan pengelolaan zakat dan kebutuhan penerima manfaat. 3. Perluasan Inklusi Keuangan melalui Keuangan Syariah Perluasan inklusi keuangan syariah merupakan langkah penting untuk membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Peningkatan literasi keuangan, penguatan pemahaman masyarakat, serta perluasan akses terhadap layanan keuangan syariah diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola keuangan dengan lebih baik dan mendukung perkembangan usaha produktif. Kolaborasi antara lembaga keuangan syariah, pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga pengelola zakat dapat memperkuat edukasi serta memperluas jangkauan layanan keuangan kepada masyarakat yang membutuhkan. 4. Sinergi Lintas Sektor dan Penguatan Ekosistem Daerah Pengembangan ekonomi syariah memerlukan koordinasi yang kuat di antara berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, OPD, KDEKS, BAZNAS, lembaga keuangan syariah, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta organisasi masyarakat perlu membangun kesamaan arah dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui penyelarasan kebijakan, penyusunan program bersama, pertukaran data yang sesuai dengan ketentuan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta evaluasi berkala terhadap hasil pelaksanaan program. Dengan demikian, pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada forum koordinasi, tetapi berlanjut menjadi kegiatan nyata yang memberikan manfaat terukur bagi masyarakat Sulawesi Utara. 5. Mendukung Visi Nasional sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia Pengembangan ekonomi syariah di tingkat daerah merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Kontribusi daerah dapat diwujudkan melalui pengembangan UMKM halal, peningkatan literasi keuangan syariah, penguatan industri halal, optimalisasi dana sosial Islam, serta perluasan kolaborasi antara pemerintah dan lembaga terkait. Sulawesi Utara memiliki peluang untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui pendekatan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan karakteristik daerah serta kebutuhan masyarakat. Dukungan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat kontribusi Sulawesi Utara terhadap pengembangan ekonomi syariah nasional. KOLABORASI SEBAGAI KUNCI MEWUJUDKAN DAMPAK NYATA Sosialisasi pemutakhiran buku panduan kolaborasi lintas urusan daerah dan forum penyelarasan ekonomi syariah nasional dan daerah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai perlunya integrasi kebijakan, koordinasi program, dan pembagian peran yang jelas di antara para pemangku kepentingan. Pengembangan ekonomi syariah membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Tidak cukup hanya dengan menghadirkan program, tetapi juga diperlukan kesinambungan antara perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, pengawasan, dan evaluasi. Setiap pemangku kepentingan diharapkan mampu mengidentifikasi potensi yang dimiliki, menyelaraskan program dengan kebutuhan masyarakat, serta membangun mekanisme kolaborasi yang efektif. Dalam konteks pengelolaan zakat, sinergi tersebut dapat diarahkan pada upaya memperluas manfaat dana sosial Islam melalui program pemberdayaan yang tepat sasaran, sesuai dengan ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, potensi zakat, infak, dan sedekah dapat dioptimalkan sebagai bagian dari instrumen pemberdayaan masyarakat, terutama bagi kelompok mustahik yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. Lebih jauh, keberhasilan pengembangan ekonomi syariah perlu diukur melalui dampak yang dirasakan masyarakat, seperti meningkatnya kapasitas usaha, terbukanya kesempatan ekonomi, membaiknya akses terhadap layanan keuangan, serta meningkatnya kesejahteraan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program. KOMITMEN BAZNAS SULUT MEMPERKUAT SINERGI PEMBANGUNAN EKONOMI UMAT Kehadiran Hj. Lutvia Alwi, S.H., M.H., selaku Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, bersama Hi. Kennedy K. A. Paputungan, S.E., selaku Wakil Ketua III/I BAZNAS Sulawesi Utara, dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam rangka memperkuat peran zakat di tengah perkembangan ekonomi syariah daerah. BAZNAS Sulawesi Utara memandang bahwa pengelolaan zakat yang efektif perlu didukung oleh kolaborasi yang baik, program pemberdayaan yang terencana, serta komitmen bersama untuk menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, KDEKS, lembaga keuangan syariah, dan para pemangku kepentingan lainnya, diharapkan terbuka peluang untuk mengembangkan program-program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi mustahik. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi syariah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi turut memperhatikan pemerataan manfaat, keadilan sosial, dan keberlanjutan. BAZNAS Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola zakat serta mendorong pemanfaatan dana ZIS secara optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, zakat diharapkan dapat terus menjadi kekuatan sosial ekonomi yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan umat. BERSAMA MEMBANGUN EKONOMI SYARIAH SULAWESI UTARA YANG INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan visi dan langkah di antara para pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pendukung pembangunan daerah. Penyelarasan kebijakan nasional dan daerah perlu diikuti dengan langkah implementatif yang melibatkan seluruh unsur terkait, sehingga potensi ekonomi syariah dapat dikembangkan secara terarah dan memberikan manfaat yang semakin luas. Bagi Sulawesi Utara, penguatan ekonomi syariah merupakan kesempatan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, meningkatkan daya saing UMKM, memperkuat pemberdayaan kelompok rentan, dan mengoptimalkan peran lembaga sosial keagamaan dalam pembangunan. Dengan semangat kolaborasi, integritas, dan tanggung jawab bersama, pengembangan ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat, menghadirkan manfaat bagi mustahik, serta membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Zakat Menguatkan Indonesia. BAZNAS Provinsi Sulawesi UtaraZakat Menguatkan Indonesia #BAZNASSulut #ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq #EkonomiSyariah #KDEKSSulawesiUtara #PemberdayaanUmat #KolaborasiEkonomiSyariah #SulawesiUtara
29/10/2026 | Humas Baznas Sulut
SELAMAT MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA
SELAMAT MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA
SELAMAT MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA 28 Oktober 2026 “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Maju” Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama demi terwujudnya Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara mengajak seluruh generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa. Mari jadikan semangat persatuan sebagai kekuatan untuk menebarkan kebaikan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita bangun kepedulian, kuatkan solidaritas, dan wujudkan kesejahteraan umat. Pemuda Bergerak, Umat Kuat, Indonesia Maju! Zakat Menguatkan Indonesia. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Bersama Membangun Kepedulian, Menguatkan Umat, dan Menyejahterakan Bangsa. #HariSumpahPemuda2026 #PemudaPemudiBergerakIndonesiaMaju #BAZNASSulut #ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq
28/10/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS SULAWESI UTARA SAMPAIKAN UCAPAN SELAMAT DAN SUKSES KEPADA RAHMAWATI HUNAWA, M.A. SEBAGAI KETUA FATAYAT NU SULAWESI UTARA
BAZNAS SULAWESI UTARA SAMPAIKAN UCAPAN SELAMAT DAN SUKSES KEPADA RAHMAWATI HUNAWA, M.A. SEBAGAI KETUA FATAYAT NU SULAWESI UTARA
MANADO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Ibu Rahmawati Hunawa, M.A. atas amanah yang dipercayakan kepadanya sebagai Ketua Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Sulawesi Utara. Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, M.H., sebagai bentuk apresiasi, dukungan, dan harapan agar kepemimpinan baru Fatayat NU Sulawesi Utara mampu menghadirkan semangat baru dalam memperkuat peran perempuan, meningkatkan pemberdayaan generasi muda, serta memperluas kontribusi organisasi bagi masyarakat. Amanah kepemimpinan merupakan tanggung jawab mulia yang tidak hanya menuntut kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga membutuhkan keteladanan, integritas, keikhlasan, dan komitmen dalam memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan daerah. Dalam semangat tersebut, BAZNAS Sulawesi Utara berharap Ibu Rahmawati Hunawa, M.A. senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas kepemimpinan. Semoga di bawah kepemimpinannya, Fatayat NU Sulawesi Utara semakin maju, berdaya, solid, serta mampu melahirkan berbagai program yang berdampak positif bagi pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan masyarakat. MEMPERKUAT SINERGI, MENEBAR KEMANFAATAN BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara memandang bahwa kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan organisasi kemasyarakatan memiliki arti penting dalam membangun kepedulian sosial, memperkuat solidaritas umat, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata. Fatayat NU sebagai organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama memiliki potensi strategis dalam menggerakkan partisipasi perempuan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga dan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, semangat pemberdayaan dan pengabdian yang menjadi bagian dari gerakan zakat diharapkan dapat terus dikembangkan melalui komunikasi, silaturahmi, dan kolaborasi yang konstruktif antarlembaga. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kelembagaan masing-masing, tetapi juga membuka ruang bagi berbagai inisiatif kebaikan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan. BERSAMA DALAM KEBAIKAN, MENUJU SULAWESI UTARA YANG LEBIH BERDAYA Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, M.H., berharap amanah kepemimpinan yang kini diemban Ibu Rahmawati Hunawa, M.A. dapat menjadi momentum untuk memperluas gerakan kebaikan, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kontribusi yang berkelanjutan bagi pembangunan sosial di Sulawesi Utara. Semangat Fatayat NU Berdaya Bersama Umat selaras dengan cita-cita menghadirkan masyarakat yang lebih mandiri, peduli, dan sejahtera. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan pengabdian kepada umat menjadi landasan penting dalam membangun masa depan daerah yang lebih baik. BAZNAS Sulawesi Utara meyakini bahwa kebaikan akan memberikan dampak yang lebih luas ketika dilaksanakan melalui kerja sama, kepercayaan, dan komitmen bersama. Akhirnya, keluarga besar BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara mengucapkan: SELAMAT DAN SUKSES KEPADA IBU RAHMAWATI HUNAWA, M.A. SEBAGAI KETUA FATAYAT NU PROVINSI SULAWESI UTARA. Semoga senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah, keteguhan dalam pengabdian, serta keberkahan dalam setiap langkah untuk kemajuan organisasi dan kemaslahatan umat. Bersama dalam kebaikan, menuju Indonesia yang lebih kuat, berkah, dan sejahtera. BAZNAS Provinsi Sulawesi UtaraZakat Menguatkan Indonesia. #BAZNASSulut #FatayatNUSulawesiUtara #RahmawatiHunawa #ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq
25/10/2026 | Humas Baznas Sulut

Berita Pendistribusian

BAZNAS SULUT GANDENG BAZNAS KABKO, ORMAS, LAZ, MAJELIS TAKLIM SALURKAN BANTUAN
BAZNAS SULUT GANDENG BAZNAS KABKO, ORMAS, LAZ, MAJELIS TAKLIM SALURKAN BANTUAN
MANADO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, BAZNAS Sulut bersama BAZNAS Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga amil zakat (LAZ), serta majelis ta’lim menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak musibah kebakaran di sekitar Masjid Al-Amin, Aspol Pakowa, Kecamatan Wanea, Kota Manado. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan pascakebakaran. Bantuan tersebut diterima langsung oleh BTM Masjid Al-Amin Aspol Pakowa, Hi. Kennedy Paputungan, SE., yang selanjutnya akan membantu memastikan bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak. Bantuan ini diperuntukkan bagi 4 keluarga Muslim dengan jumlah keseluruhan 18 KK, serta 1 keluarga non-Muslim yang rumahnya berada berdekatan dengan Masjid Al-Amin Aspol Pakowa dan turut terdampak akibat musibah kebakaran. Keterlibatan keluarga non-Muslim dalam penerima bantuan menjadi cerminan bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial tidak mengenal sekat perbedaan. BAZNAS Sulut berupaya menghadirkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di sekitar lokasi musibah dan mengalami dampak langsung. Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang disalurkan berupa seng, kaso, ring, pakaian layak pakai, serta berbagai paket bantuan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut merupakan hasil penghimpunan kepedulian dari berbagai pihak yang bersama-sama mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan dengan total Rp. 44.600.000. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi salah satu kekuatan penting dalam penanganan masyarakat terdampak bencana. BAZNAS Sulut tidak bergerak sendiri, melainkan menggandeng BAZNAS Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan, lembaga zakat, majelis ta’lim, dan berbagai unsur masyarakat untuk menghadirkan bantuan secara bersama-sama. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, SH., MH, melalui jajaran BAZNAS Sulut terus mendorong agar zakat, infak, sedekah, dan kepedulian sosial dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Bagi BAZNAS Sulut, bantuan yang disalurkan bukan sekadar material. Di dalamnya terdapat pesan kemanusiaan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi musibah tidak berjalan sendirian. Ada kepedulian yang hadir, ada solidaritas yang menguatkan, dan ada tangan-tangan yang dengan tulus membantu masyarakat untuk bangkit kembali. Musibah kebakaran yang terjadi di sekitar Masjid Al-Amin Aspol Pakowa telah memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat yang berada di lokasi tersebut. Karena itu, proses pemulihan membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Bantuan berupa seng, kaso, dan ring diharapkan dapat membantu kebutuhan perbaikan rumah maupun fasilitas yang terdampak. Sementara bantuan berupa pakaian layak pakai dan paket bantuan lainnya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menjalani masa pemulihan. Penyaluran bantuan ini juga memperlihatkan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas masih menjadi kekuatan besar masyarakat Sulawesi Utara. Ketika berbagai elemen masyarakat bersatu, beban yang dirasakan oleh saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah dapat menjadi lebih ringan. Kepedulian tersebut juga terlihat dari keterlibatan berbagai unsur, mulai dari BAZNAS Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan, lembaga zakat, majelis ta’lim, hingga para dermawan dan masyarakat yang turut memberikan dukungan. BAZNAS Sulut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam penghimpunan maupun penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran di Aspol Pakowa. Secara khusus, BAZNAS Sulut juga mengapresiasi BTM Masjid Al-Amin Aspol Pakowa, Hi. Kennedy Paputungan, SE., yang menerima bantuan sekaligus menjadi bagian penting dalam proses koordinasi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Keterlibatan BTM Masjid Al-Amin diharapkan dapat membantu memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan. Lebih dari sekadar bantuan kebendaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa musibah dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian antarsesama. Kehadiran bantuan bagi keluarga Muslim maupun keluarga non-Muslim yang berada di sekitar lokasi menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan menjadi dasar utama dalam membangun kepedulian. Dalam situasi bencana, semua pihak dapat saling membantu dan menguatkan tanpa melihat latar belakang perbedaan. BAZNAS Sulut berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata, meringankan beban masyarakat terdampak, serta menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan keluarga-keluarga yang mengalami musibah. BAZNAS Sulut juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kepedulian dan gotong royong. Setiap bantuan, doa, tenaga, maupun dukungan yang diberikan memiliki arti penting bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit. Karena pada akhirnya, kebaikan yang dilakukan bersama akan melahirkan kekuatan yang lebih besar untuk kemanusiaan. Semoga seluruh keluarga terdampak diberikan ketabahan, kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam melewati masa pemulihan. Semoga bantuan yang disalurkan menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. BAZNAS Provinsi Sulawesi UtaraZakat Menguatkan Indonesia
12/08/2026 | Humas Baznas Sulut
PENDISTRIBUSIAN BANTUAN KEPADA MUSTAHIK
PENDISTRIBUSIAN BANTUAN KEPADA MUSTAHIK
Manado — Pada hari Jumat, 21 November 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali menyalurkan bantuan kepada lima mustahik sebagai bagian dari program pemberdayaan dan layanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Distribusi bantuan ini dibagi ke dalam empat program utama BAZNAS Sulut dengan rincian sebagai berikut: - 2 mustahik melalui program Sulut Makmur- 1 mustahik melalui program Sulut Cerdas- 1 mustahik melalui program Sulut Taqwa- 1 mustahik melalui program Sulut Peduli Ketua BAZNAS Sulawesi Utara Hj. Lutvia Alwi menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi penerima. Melalui program-program tersebut, BAZNAS berharap dapat membantu memperkuat kemandirian ekonomi mustahik, meningkatkan akses pendidikan, mendukung kegiatan keagamaan, serta memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Sulut terus berupaya menjalankan amanah umat dengan penuh tanggung jawab serta memperluas jangkauan distribusi kepada mustahik di berbagai wilayah di Sulawesi Utara. Dengan dukungan para muzaki dan seluruh pihak, BAZNAS optimis dapat menghadirkan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
01/12/2025 | Humas Baznas Sulut
SERAH TERIMA BARANG BENGKEL MOTOR Z-AUTO DI 3 TITIK BERBEDA 26/11/2025  |  Penul
SERAH TERIMA BARANG BENGKEL MOTOR Z-AUTO DI 3 TITIK BERBEDA 26/11/2025 | Penul
Manado, 26 November 2025 — Proses serah terima barang untuk bengkel motor Z-Auto berlangsung pada 25–26 November 2025 di tiga titik distribusi, dengan dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bantuan tersebut didistribusikan melalui BAZNAS Provinsi Sulut, sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi dan penguatan usaha kecil menengah (UKM) di sektor otomotif. Serah terima dilakukan secara bertahap di tiga lokasi yang telah ditetapkan. Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan bengkel, peralatan servis, serta material pendukung lain yang diperlukan untuk meningkatkan standar layanan di bengkel Z-Auto. Pendamping Z-Auto BAZNAS Provinsi Sulut menyampaikan bahwa distribusi ini merupakan amanah dari BAZNAS RI untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas layanan dan daya saing. “Kami memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran. Melalui dukungan ini, kami berharap Z-Auto dapat semakin berkembang serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya. Pihak Z-Auto menyambut baik dukungan ini dan menegaskan bahwa serah terima di tiga titik berlangsung lancar dan sesuai jadwal. Bantuan tersebut dinilai sangat strategis, terutama menjelang periode peningkatan permintaan layanan perawatan kendaraan pada akhir tahun. Dengan rampungnya rangkaian serah terima ini, Z-Auto menargetkan peningkatan efisiensi, memperluas jangkauan layanan, dan memperkuat kapasitas operasional di seluruh titik Z-Auto.
01/12/2025 | Humas Baznas Sulut

Artikel Terbaru

Optimis — bersama zakat, hidup lebih berkah
Optimis — bersama zakat, hidup lebih berkah
OKTOBER — “O” nya ... OPTIMIS, dengan BERZAKAT! Mari jadikan bulan Oktober sebagai bulan peduli dan berbagi. Optimis — bersama zakat, hidup lebih berkah. ? Satu zakat, sejuta manfaat. ???? Salurkan melalui: BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara ???? Info & Konfirmasi: - 082191402391 - 089615282179
07/10/2025 | Humas Baznas Sulut
ZAKAT SEBAGAI BUKTI KEIMANAN
ZAKAT SEBAGAI BUKTI KEIMANAN
Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah SWT untuk dikeluarkan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60. Zakat bukan hanya kewajiban sosial dalam Islam, tetapi juga manifestasi nyata dari keimanan seorang Muslim. Dalam ajaran Islam, keimanan yang benar harus tercermin dalam amal perbuatan. Zakat menjadi salah satu indikator paling jelas dari keterkaitan antara hati, iman, dan tindakan nyata. Zakat dan Keimanan Dalam banyak ayat Al-Qur’an, perintah menunaikan zakat senantiasa disandingkan dengan perintah mendirikan salat. Ini menunjukkan bahwa zakat bukanlah sekadar amalan sosial, tetapi ibadah yang berdimensi spiritual dan keimanan. Allah SWT berfirman: “Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Baqarah: 43) Ayat ini menunjukkan bahwa zakat adalah bagian integral dari keislaman seseorang. Menolak atau mengabaikan zakat bukan hanya bentuk kelalaian sosial, tetapi juga bisa mengarah pada lemahnya iman. Zakat Sebagai Ujian dan Bukti Zakat menjadi ujian keimanan karena menyentuh aspek yang sangat dekat dengan manusia: harta. Manusia secara fitrah mencintai harta benda. Maka, ketika seorang Muslim bersedia menyisihkan sebagian hartanya untuk orang lain demi memenuhi perintah Allah, hal itu mencerminkan keimanan yang kuat. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak beriman siapa yang kenyang sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Al-Baihaqi) Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang rasa empati, kepedulian, dan kepekaan sosial yang lahir dari hati yang beriman. Dampak Zakat dalam Kehidupan Mendekatkan Diri kepada Allah Zakat menyucikan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Menumbuhkan Solidaritas Sosial Zakat menciptakan jembatan kasih antara si kaya dan si miskin, mengurangi kecemburuan sosial. Mendatangkan Keberkahan Harta Harta yang dizakati akan lebih berkah dan tumbuh dengan izin Allah SWT.
21/05/2025 | Baznas Provinsi Sulut
ZAKAT SEBAGAI CAHAYA KEADILAN SOSIAL
ZAKAT SEBAGAI CAHAYA KEADILAN SOSIAL
ZAKAT SEBAGAI CAHAYA KEADILAN SOSIAL Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Muslim, bukan hanya sebagai kewajiban spiritual, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mampu menciptakan keadilan dan kesejahteraan dalam masyarakat. Dalam konteks ini, zakat dapat dianalogikan sebagai cahaya keadilan sosial, karena mampu menerangi berbagai sisi kehidupan sosial yang diliputi oleh kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakadilan. Zakat: Ibadah yang Menyentuh Aspek Sosial Zakat secara etimologis berasal dari kata zak? yang berarti “bersih”, “suci”, “berkah”, dan “tumbuh”. Dalam pengertian syar’i, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat, dan diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya (asnaf). Kewajiban ini tidak hanya bersifat vertikal antara manusia dan Allah, tetapi juga horizontal antara manusia dengan sesamanya. Melalui zakat, Allah SWT mengajarkan pentingnya kepedulian sosial dan keadilan dalam distribusi kekayaan. Dengan kata lain, zakat adalah ibadah yang mengandung nilai sosial tinggi dan menjadi bentuk nyata dari solidaritas antarsesama manusia. Menanggulangi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi Salah satu persoalan terbesar dalam masyarakat modern adalah ketimpangan sosial dan ekonomi. Sebagian kecil masyarakat hidup dalam kemewahan, sementara sebagian besar lainnya berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Zakat hadir sebagai mekanisme alami untuk mengalirkan kekayaan dari mereka yang mampu kepada yang membutuhkan. Melalui zakat, harta tidak hanya berputar di kalangan orang-orang kaya. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an, “Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS. Al-Hasyr: 7). Ini merupakan prinsip keadilan sosial yang luar biasa, di mana zakat menjadi jembatan bagi terwujudnya keseimbangan dalam masyarakat. Zakat sebagai Solusi Pengentasan Kemiskinan Dalam sejarah Islam, zakat terbukti efektif dalam mengentaskan kemiskinan. Salah satu contoh paling menakjubkan terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Saat itu, pengelolaan zakat begitu optimal hingga sulit menemukan mustahik yang masih membutuhkan bantuan. Ini menunjukkan bahwa dengan manajemen yang amanah dan profesional, zakat mampu menjadi solusi konkrit terhadap persoalan kemiskinan struktural. Membangun Rasa Solidaritas dan Empati Zakat juga berfungsi membangun ikatan sosial yang kuat di antara anggota masyarakat. Ia menumbuhkan empati, mengajarkan berbagi, dan memperkuat solidaritas sosial. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim tidak hanya menunaikan kewajiban agamanya, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang. Zakat sebagai Cahaya Keadilan Sosial Mengibaratkan zakat sebagai cahaya bukanlah hal yang berlebihan. Cahaya membawa terang dalam kegelapan; demikian pula zakat membawa harapan bagi mereka yang hidup dalam kesulitan. Ia menjadi pelita bagi masyarakat dalam meniti jalan keadilan, menghapus luka-luka sosial, dan membuka ruang bagi hadirnya kesejahteraan yang merata. Dalam dunia yang semakin individualistik dan materialistik, zakat adalah pengingat bahwa keberkahan hidup bukan hanya dari seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa banyak yang kita berikan kepada sesama. Zakat adalah manifestasi keadilan sosial dalam Islam. Ia menjadi sarana pembersih harta, penghubung antar kalangan masyarakat, dan jaminan sosial yang bisa mengangkat martabat manusia. Dengan menjadikan zakat sebagai bagian integral dari kehidupan umat, kita tidak hanya menjalankan perintah Allah SWT, tetapi juga berkontribusi langsung dalam membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, dan sejahtera. Sudah saatnya kita menempatkan zakat bukan sekadar sebagai kewajiban tahunan, tetapi sebagai cahaya yang menuntun jalan peradaban menuju keadilan sosial yang hakiki.
16/05/2025 | Baznas Provinsi Sulut

BAZNAS TV

Sahabat Baznas Bermanfaat Bagi Umat

Penulis: Humas Baznas Sulut

Baznas Sulut Peduli Sampai Pelosok

Penulis: Humas Baznas Sulut