Berita Terkini
BAZNAS SULUT SALURKAN BANTUAN PROGRAM SULUT SEHAT UNTUK RINGANKAN BIAYA PENGOBATAN USTAD IRWAN BA’U
MANADO — Selasa, 1 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan melalui Program Sulut Sehat. Bantuan tersebut disalurkan kepada Bapak Irwan Ba’u sebagai dukungan dana untuk membantu meringankan kebutuhan biaya pengobatan yang sedang dijalani oleh yang bersangkutan.
Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh makna. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hi. Anwar Sandiah, kepada Bapak Irwan Ba’u.
Program Sulut Sehat merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS Sulawesi Utara dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat agar dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat, khususnya para mustahik yang menghadapi kebutuhan kesehatan dan keterbatasan dalam memenuhi biaya pengobatan.
Melalui bantuan ini, BAZNAS Sulut berharap dapat memberikan sedikit ruang bagi penerima manfaat untuk menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang. Dukungan tersebut bukan hanya memiliki nilai materi, tetapi juga menjadi wujud kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang sedang menghadapi ujian dalam kehidupan.
Dalam kesempatan tersebut, Hi. Anwar Sandiah menyampaikan bahwa pendistribusian zakat harus senantiasa diarahkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan memberikan manfaat yang nyata. Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat sehingga perhatian terhadap kebutuhan pengobatan menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS untuk menghadirkan kemaslahatan.
“Melalui Program Sulut Sehat, BAZNAS Sulawesi Utara berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini mungkin tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan pengobatan, tetapi kami berharap dapat meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi penerima manfaat,” ungkap Hi. Anwar Sandiah.
Bantuan yang diterima Bapak Irwan Ba’u menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana dana zakat yang dihimpun melalui BAZNAS dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam membangun kepedulian, solidaritas, dan keberdayaan umat.
Program Sulut Sehat hadir sebagai bagian dari lima program unggulan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, bersama dengan Sulut Makmur, Sulut Cerdas, Sulut Takwa, dan Sulut Peduli. Kelima program tersebut menjadi instrumen BAZNAS dalam mendistribusikan dan mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah untuk berbagai kebutuhan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan prinsip pengelolaan zakat.
Bagi BAZNAS Sulawesi Utara, setiap bantuan yang disalurkan memiliki pesan penting bahwa tidak boleh ada masyarakat yang menghadapi kesulitan seorang diri. Di tengah keterbatasan yang dihadapi sebagian masyarakat, kehadiran lembaga zakat diharapkan mampu menjadi jembatan antara para muzaki dan mustahik, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
Penyerahan bantuan kepada Bapak Irwan Ba’u juga menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa keberadaan zakat memiliki kekuatan besar apabila dikelola secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran. Setiap rupiah zakat yang ditunaikan oleh para muzaki memiliki potensi untuk menjadi harapan bagi saudara-saudara yang membutuhkan.
BAZNAS Sulut terus mendorong agar kepercayaan masyarakat dalam menunaikan zakat dapat dikelola sebaik-baiknya dan dikembalikan dalam bentuk program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui bantuan kesehatan yang diberikan kepada mustahik yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pengobatan.
Di sisi lain, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dukungan secara ekonomi, tetapi juga memberikan kekuatan moril kepada penerima manfaat. Dalam kondisi sakit dan membutuhkan pengobatan, dukungan dari berbagai pihak dapat menjadi sumber semangat untuk terus berikhtiar memperoleh kesembuhan.
Bapak Irwan Ba’u pun menerima bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur. Penyerahan bantuan menjadi simbol hadirnya kepedulian umat melalui pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara.
BAZNAS Sulut berharap bantuan Program Sulut Sehat ini dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan pengobatan yang bersangkutan. Lebih dari itu, BAZNAS juga berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa zakat yang ditunaikan melalui lembaga resmi dapat memberikan manfaat luas bagi sesama.
“Sehatnya masyarakat adalah bagian dari kuatnya umat.” Semangat tersebut menjadi salah satu landasan dalam pelaksanaan Program Sulut Sehat, yakni menghadirkan zakat sebagai instrumen kepedulian yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui semangat “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara akan terus berupaya memperkuat pelayanan kepada mustahik serta meningkatkan kualitas pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat agar semakin tepat sasaran, bermanfaat, dan berkelanjutan.
Penyaluran bantuan kepada Bapak Irwan Ba’u pada Selasa, 1 September 2026, menjadi sebuah catatan kecil dari ikhtiar besar BAZNAS Sulawesi Utara dalam menghadirkan zakat sebagai kekuatan sosial. Dari kepedulian para muzaki, lahir bantuan bagi mereka yang membutuhkan. Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh harapan dan semangat untuk terus menjalani kehidupan.
BAZNAS Provinsi Sulawesi UtaraProgram Sulut SehatBersama BAZNAS, Kita Sehatkan Umat
01/09/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Sulut Bersama Community Sayyidul Ayyam dan Masjid An-Nur Teling Atas Semarakkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui Tadzkir Sayyidul Ayyam
Manado, 28 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara bersama Community Sayyidul Ayyam, Masjid An-Nur Teling Atas, Sahabat BAZNAS, IRMAWA, dan SULING bersinergi dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melalui kegiatan Tadzkir Akbar Sayyidul Ayyam, yang dilaksanakan di Masjid An-Nur, Teling Atas, Manado, Jumat, 28 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut menjadi momentum penting untuk kembali menumbuhkan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah Muhammad SAW, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Tadzkir Sayyidul Ayyam tidak hanya diisi dengan tausiyah keagamaan, tetapi juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan ibadah dan pembinaan spiritual. Rangkaian kegiatan diawali dengan Salat Ashar berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan hadrah, pembukaan, niat i’tikaf, doa Maulid, sekapur sirih dan Asmaul Husna, serta ucapan selamat datang dari pihak BTM Masjid An-Nur Teling.
Selanjutnya, jamaah mengikuti sejumlah rangkaian utama, di antaranya penyampaian sepatah kata dari Sekprov Sulut diwakili Karo Administrasi Pembangunan Bapak Lukman Lapadengan, M.Si, penyerahan bantuan secara simbolis, pembacaan Qolbu Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 1–10, hingga tausiyah yang menjadi salah satu inti kegiatan Tadzkir Sayyidul Ayyam.
Hadir sebagai pemberi tausiyah, Habib Salim Bin Abdurrahman Aljufri, Pimpinan Majelis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Gorontalo, yang menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada jamaah tentang pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai yang beliau ajarkan, seperti kasih sayang, kejujuran, kepedulian, persaudaraan, kesabaran, serta semangat membantu sesama.
Dalam momentum tersebut, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara turut menghadirkan dimensi sosial melalui penyaluran 25 paket sembako kepada jamaah dan masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS Sulut dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Komisioner BAZNAS Sulut, H. Kennedy K.A. Paputungan, SE, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Tadzkir Sayyidul Ayyam.
Penyaluran 25 paket sembako tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat penerima. Bagi BAZNAS Sulut, kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan kepedulian sosial, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga zakat dengan masyarakat.
Maulid Nabi sebagai Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna yang luas. Kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan nyata.
Semangat berbagi yang diwujudkan melalui penyaluran paket sembako menjadi salah satu bentuk konkret dari nilai tersebut. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk saling menyayangi, memperhatikan orang yang membutuhkan, memperkuat persaudaraan dan memberikan manfaat bagi sesama.
Karena itu, sinergi antara BAZNAS Sulut dengan komunitas keagamaan, pengurus masjid, serta berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan Tadzkir Sayyidul Ayyam menjadi langkah positif dalam membangun gerakan keumatan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritual, tetapi juga kepedulian sosial.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi pusat pembinaan umat, tempat memperkuat ukhuwah, sekaligus ruang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Jamaah yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Suasana semakin semarak dengan lantunan hadra, pembacaan Al-Qur’an, doa Maulid, Asmaul Husna, serta tausiyah yang mengajak jamaah untuk semakin mencintai Rasulullah SAW dan mengamalkan sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian Tadzkir Sayyidul Ayyam kemudian dilanjutkan dengan muhasabah yang disampaikan oleh Ustadz. H. Rizal Kasim, M.Si, Pembina Community Sayyidul Ayyam SULUTGO. Muhasabah menjadi ruang bagi jamaah untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Sinergi untuk Kemajuan Umat
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berkolaborasi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sinergi antara Community Sayyidul Ayyam, Masjid An-Nur Teling Atas, Sahabat BAZNAS, IRMAWA, SULING, serta BAZNAS Sulut menunjukkan bahwa kolaborasi berbagai elemen masyarakat dapat melahirkan kegiatan keumatan yang sarat dengan nilai ibadah, dakwah dan kepedulian sosial.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, MH yang diwakili Hi. Kennedy Paputungan, SE menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut dan berharap momentum Maulid Nabi dapat terus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Menurutnya, semangat Maulid Nabi hendaknya diterjemahkan dalam tindakan nyata, termasuk melalui kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Momentum Maulid Nabi adalah saat yang tepat untuk meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak beliau, sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Terima kasih kepada Community Sayyidul Ayyam, Masjid An-Nur Teling Atas, Sahabat BAZNAS, IRMAWA, dan SULING atas sinergi yang luar biasa ini,” demikian pesan yang disampaikan dalam semangat kegiatan tersebut.
BAZNAS Sulut memandang bahwa penguatan kolaborasi dengan masjid, komunitas, majelis taklim, organisasi kepemudaan, serta berbagai kelompok masyarakat merupakan bagian penting dalam memperluas manfaat zakat, infak dan sedekah.
Melalui kolaborasi tersebut, penghimpunan dan pendistribusian ZIS diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjawab berbagai kebutuhan sosial umat secara tepat sasaran.
Meneladani Rasulullah, Menguatkan Ukhuwah, dan Menebarkan Manfaat
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang sebuah peristiwa sejarah, melainkan tentang bagaimana umat Islam mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW adalah teladan dalam membangun persaudaraan, kepedulian, keadilan dan kasih sayang. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Melalui Tadzkir Sayyidul Ayyam di Masjid An-Nur Teling Atas, semangat tersebut kembali dihidupkan. Dakwah dan ibadah berjalan beriringan dengan kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Sebanyak 25 paket sembako yang disalurkan BAZNAS Sulut diharapkan bukan hanya menjadi bantuan secara material, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepedulian umat kepada sesama. Setiap paket yang disalurkan membawa pesan bahwa zakat, infak dan sedekah dapat menjadi jalan untuk menghadirkan kebermanfaatan dan memperkuat persaudaraan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan Salat Magrib berjamaah. Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, religius dan penuh keberkahan.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara berharap semangat yang lahir dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tadzkir Sayyidul Ayyam ini dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan keumatan. Tidak hanya memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga mendorong semakin banyak masyarakat untuk berbagi, peduli dan mengambil bagian dalam gerakan zakat, infak dan sedekah.
Dengan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, BAZNAS Sulut bersama seluruh elemen masyarakat berkomitmen untuk terus memperkuat ukhuwah, menebarkan kepedulian dan menghadirkan manfaat bagi umat.
Semoga Allah SWT senantiasa menerima setiap amal ibadah, memberikan keberkahan kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi, serta menjadikan setiap langkah dalam kegiatan ini sebagai amal jariyah dan jalan kebaikan bagi masyarakat luas.
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Bersama Zakat, Tumbuhkan Kepedulian dan Hadirkan Kebermanfaatan.
28/08/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Sulut Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Kolaborasi Bersama Jamaah Masjid An-Nur dan Komunitas Keumatan
MANADO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara akan melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah melalui kegiatan Tadzkiir Akbar “Sayyidul Ayyam”. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat ukhuwah dan kolaborasi antarelemen umat Islam di Sulawesi Utara.
Peringatan Maulid Nabi tersebut dilaksanakan oleh BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara dengan menggandeng dan berkolaborasi bersama Jamaah Masjid An-Nur Teling Atas Wanea, Community Sayyidul Ayyam, Sahabat BAZNAS Sulut, serta Ikatan Remaja Masjid Kecamatan Wanea (IRMAWA).
Kegiatan akan berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di Masjid An-Nur Teling Atas Wanea, Kota Manado, mulai pukul 15.00 WITA, yang diawali dengan pelaksanaan Salat Ashar berjamaah.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS Sulut untuk tidak hanya menjalankan fungsi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan, pembinaan umat, penguatan silaturahmi, serta gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
BAZNAS Sulut Dorong Kolaborasi dalam Syiar dan Pembinaan Umat
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H kali ini dikemas dalam suasana kebersamaan. BAZNAS Sulut bersama jamaah Masjid An-Nur dan komunitas keumatan menyatukan langkah untuk menghadirkan sebuah kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang dakwah, silaturahmi, dan penguatan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, SH., MH, menjadi salah satu unsur penting dalam kegiatan tersebut. Kehadiran BAZNAS Sulut sekaligus menunjukkan bahwa lembaga zakat memiliki peran yang luas dalam membangun ekosistem kehidupan umat, termasuk mendukung kegiatan keagamaan dan memperkuat kepedulian sosial.
Menurut semangat yang dibangun dalam kegiatan ini, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata. Keteladanan Rasulullah SAW dalam hal kejujuran, amanah, kepedulian, kasih sayang, persaudaraan, serta keberpihakan kepada kaum dhuafa menjadi nilai yang perlu terus dihidupkan.
Hal tersebut sejalan dengan semangat BAZNAS dalam mengembangkan gerakan zakat sebagai kekuatan sosial umat. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya berkaitan dengan kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi instrumen untuk menghadirkan kebermanfaatan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sinergi BAZNAS, Masjid dan Komunitas
Keterlibatan Keimaman, BTM, KWI & Jamaah Masjid An-Nur, Community Sayyidul Ayyam, Sahabat BAZNAS Sulut dan IRMAWA serta Pejuang SULING menjadi bagian penting dari pelaksanaan kegiatan ini.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keumatan akan semakin kuat ketika dilaksanakan secara bersama-sama. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan umat, tempat bertemunya generasi muda, ruang dakwah, serta pusat kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, keterlibatan komunitas dan remaja masjid memberikan warna tersendiri dalam kegiatan. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menghidupkan kegiatan keagamaan dan menjaga keberlanjutan syiar Islam di tengah masyarakat.
Community Sayyidul Ayyam juga menjadi bagian dari semangat membangun ruang kebersamaan umat melalui kegiatan dzikir, kajian, silaturahmi, dan syiar Islam. Kehadiran Sahabat BAZNAS Sulut semakin memperluas semangat kolaborasi dalam mendukung berbagai kegiatan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Hadirkan Para Dai dan Tokoh Agama
Dalam Tadzkiir Akbar “Sayyidul Ayyam” tersebut, sejumlah ustaz dan tokoh agama turut hadir untuk memberikan tausiyah dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Para pengisi kegiatan di antaranya Ustadz Mahmud Kasim, S.Ag., Ustadz Rizal Kasim, M.Si., Habib Salim Bin Abdurrahman Al Jufri, Ustadz Akbar Mamosey, S.HI., Ustadz Jufri Ayuba, serta Ustadz Satria Priadana, S.Pd., & Ustazah Asny Inaku.
Kehadiran para dai tersebut diharapkan memberikan pencerahan kepada jamaah mengenai pentingnya menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam seluruh aspek kehidupan.
Selain itu, kegiatan ini turut didukung oleh Abdurrahman Musa selaku Ketua BTM, Hi. Rahman Ismail, SE., M.Pd selaku Imam, Hj. Lutvia Alwi, SH., MH selaku Ketua BAZNAS Sulawesi Utara, serta Hj. Rukia Dukalang selaku Ketua KWI & Ikatan Remaja Masjid Kecamatan Wanea.
Maulid sebagai Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial
BAZNAS Sulut memandang bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki pesan yang sangat kuat dalam membangun kepedulian sosial. Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana membangun masyarakat yang saling memperhatikan, membantu yang lemah, menyantuni yang membutuhkan, serta menjaga persaudaraan.
Nilai-nilai tersebut memiliki hubungan erat dengan misi BAZNAS dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada mustahik dan masyarakat.
Karena itu, momentum Maulid Nabi diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui amal nyata. Semakin kuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, semakin kuat pula semangat untuk mengikuti akhlak dan perjuangan beliau dalam membangun masyarakat yang penuh kasih sayang dan kepedulian.
BAZNAS Sulut juga terus mendorong agar masjid, komunitas, organisasi keumatan, serta generasi muda dapat menjadi bagian dari ekosistem gerakan zakat dan kepedulian sosial di Sulawesi Utara.
Menghidupkan Masjid, Menguatkan Umat
Pelaksanaan Maulid Nabi di Masjid An-Nur Teling Atas Wanea juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghidupkan masjid dengan berbagai kegiatan positif.
Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah mahdhah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, dakwah, pembinaan generasi muda, penguatan silaturahmi, serta pemberdayaan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, kolaborasi BAZNAS Sulut dengan jamaah Masjid An-Nur, Community Sayyidul Ayyam, Sahabat BAZNAS Sulut, dan IRMAWA merupakan contoh bagaimana berbagai unsur masyarakat dapat bersinergi menghadirkan kegiatan yang bernilai ibadah sekaligus memiliki dampak sosial dengan pembagian Sembako 25 Paket kepada Marbot & Dhuafa.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi awal dari semakin banyaknya kolaborasi antara BAZNAS Sulut dengan masjid dan komunitas di berbagai wilayah Sulawesi Utara.
Mengajak Masyarakat Meneladani Rasulullah SAW
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi tentang bagaimana umat mampu menghadirkan kembali akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, kepedulian terhadap kaum dhuafa, semangat persaudaraan, serta sikap saling membantu merupakan nilai-nilai yang harus terus dijaga.
Melalui kegiatan Tadzkir Akbar “Sayyidul Ayyam”, BAZNAS Sulut bersama seluruh mitra dan komunitas berharap dapat menghadirkan suasana keagamaan yang penuh kedamaian sekaligus memperkuat semangat kebersamaan umat.
BAZNAS Sulawesi Utara bersama Jamaah Masjid An-Nur, Community Sayyidul Ayyam, Sahabat BAZNAS Sulut, dan IRMAWA mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat iman, mempererat ukhuwah, menghidupkan masjid, serta memperbanyak amal dan kepedulian kepada sesama.
Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan menjadi momentum lahirnya semangat baru untuk membangun umat yang lebih peduli, bersatu, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Jumat, 28 Agustus 2026 | 15.00 WITA | Masjid An-Nur Teling Atas Wanea, Manado.
BAZNAS Sulut — Menebar Zakat, Menumbuhkan Kepedulian, Menguatkan Umat.
27/08/2026 | Humas Baznas Sulut
Berita Pendistribusian

BAZNAS SULUT GANDENG BAZNAS KABKO, ORMAS, LAZ, MAJELIS TAKLIM SALURKAN BANTUAN
MANADO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kepedulian dan kebermanfaatan bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, BAZNAS Sulut bersama BAZNAS Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga amil zakat (LAZ), serta majelis ta’lim menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak musibah kebakaran di sekitar Masjid Al-Amin, Aspol Pakowa, Kecamatan Wanea, Kota Manado.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan pascakebakaran. Bantuan tersebut diterima langsung oleh BTM Masjid Al-Amin Aspol Pakowa, Hi. Kennedy Paputungan, SE., yang selanjutnya akan membantu memastikan bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
Bantuan ini diperuntukkan bagi 4 keluarga Muslim dengan jumlah keseluruhan 18 KK, serta 1 keluarga non-Muslim yang rumahnya berada berdekatan dengan Masjid Al-Amin Aspol Pakowa dan turut terdampak akibat musibah kebakaran.
Keterlibatan keluarga non-Muslim dalam penerima bantuan menjadi cerminan bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial tidak mengenal sekat perbedaan. BAZNAS Sulut berupaya menghadirkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di sekitar lokasi musibah dan mengalami dampak langsung.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang disalurkan berupa seng, kaso, ring, pakaian layak pakai, serta berbagai paket bantuan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut merupakan hasil penghimpunan kepedulian dari berbagai pihak yang bersama-sama mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan dengan total Rp. 44.600.000.
Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi salah satu kekuatan penting dalam penanganan masyarakat terdampak bencana. BAZNAS Sulut tidak bergerak sendiri, melainkan menggandeng BAZNAS Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan, lembaga zakat, majelis ta’lim, dan berbagai unsur masyarakat untuk menghadirkan bantuan secara bersama-sama.
Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, SH., MH, melalui jajaran BAZNAS Sulut terus mendorong agar zakat, infak, sedekah, dan kepedulian sosial dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
Bagi BAZNAS Sulut, bantuan yang disalurkan bukan sekadar material. Di dalamnya terdapat pesan kemanusiaan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi musibah tidak berjalan sendirian.
Ada kepedulian yang hadir, ada solidaritas yang menguatkan, dan ada tangan-tangan yang dengan tulus membantu masyarakat untuk bangkit kembali.
Musibah kebakaran yang terjadi di sekitar Masjid Al-Amin Aspol Pakowa telah memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat yang berada di lokasi tersebut. Karena itu, proses pemulihan membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
Bantuan berupa seng, kaso, dan ring diharapkan dapat membantu kebutuhan perbaikan rumah maupun fasilitas yang terdampak. Sementara bantuan berupa pakaian layak pakai dan paket bantuan lainnya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menjalani masa pemulihan.
Penyaluran bantuan ini juga memperlihatkan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas masih menjadi kekuatan besar masyarakat Sulawesi Utara. Ketika berbagai elemen masyarakat bersatu, beban yang dirasakan oleh saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah dapat menjadi lebih ringan.
Kepedulian tersebut juga terlihat dari keterlibatan berbagai unsur, mulai dari BAZNAS Kabupaten/Kota, organisasi kemasyarakatan, lembaga zakat, majelis ta’lim, hingga para dermawan dan masyarakat yang turut memberikan dukungan.
BAZNAS Sulut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam penghimpunan maupun penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran di Aspol Pakowa.
Secara khusus, BAZNAS Sulut juga mengapresiasi BTM Masjid Al-Amin Aspol Pakowa, Hi. Kennedy Paputungan, SE., yang menerima bantuan sekaligus menjadi bagian penting dalam proses koordinasi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Keterlibatan BTM Masjid Al-Amin diharapkan dapat membantu memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan.
Lebih dari sekadar bantuan kebendaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa musibah dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian antarsesama.
Kehadiran bantuan bagi keluarga Muslim maupun keluarga non-Muslim yang berada di sekitar lokasi menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan menjadi dasar utama dalam membangun kepedulian. Dalam situasi bencana, semua pihak dapat saling membantu dan menguatkan tanpa melihat latar belakang perbedaan.
BAZNAS Sulut berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata, meringankan beban masyarakat terdampak, serta menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan keluarga-keluarga yang mengalami musibah.
BAZNAS Sulut juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kepedulian dan gotong royong. Setiap bantuan, doa, tenaga, maupun dukungan yang diberikan memiliki arti penting bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit.
Karena pada akhirnya, kebaikan yang dilakukan bersama akan melahirkan kekuatan yang lebih besar untuk kemanusiaan.
Semoga seluruh keluarga terdampak diberikan ketabahan, kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam melewati masa pemulihan. Semoga bantuan yang disalurkan menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.
BAZNAS Provinsi Sulawesi UtaraZakat Menguatkan Indonesia
12/08/2026 | Humas Baznas Sulut

PENDISTRIBUSIAN BANTUAN KEPADA MUSTAHIK
Manado — Pada hari Jumat, 21 November 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali menyalurkan bantuan kepada lima mustahik sebagai bagian dari program pemberdayaan dan layanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Distribusi bantuan ini dibagi ke dalam empat program utama BAZNAS Sulut dengan rincian sebagai berikut:
- 2 mustahik melalui program Sulut Makmur- 1 mustahik melalui program Sulut Cerdas- 1 mustahik melalui program Sulut Taqwa- 1 mustahik melalui program Sulut Peduli
Ketua BAZNAS Sulawesi Utara Hj. Lutvia Alwi menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi penerima. Melalui program-program tersebut, BAZNAS berharap dapat membantu memperkuat kemandirian ekonomi mustahik, meningkatkan akses pendidikan, mendukung kegiatan keagamaan, serta memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Sulut terus berupaya menjalankan amanah umat dengan penuh tanggung jawab serta memperluas jangkauan distribusi kepada mustahik di berbagai wilayah di Sulawesi Utara. Dengan dukungan para muzaki dan seluruh pihak, BAZNAS optimis dapat menghadirkan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
01/12/2025 | Humas Baznas Sulut

SERAH TERIMA BARANG BENGKEL MOTOR Z-AUTO DI 3 TITIK BERBEDA 26/11/2025 | Penul
Manado, 26 November 2025 — Proses serah terima barang untuk bengkel motor Z-Auto berlangsung pada 25–26 November 2025 di tiga titik distribusi, dengan dukungan penuh dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bantuan tersebut didistribusikan melalui BAZNAS Provinsi Sulut, sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi dan penguatan usaha kecil menengah (UKM) di sektor otomotif.
Serah terima dilakukan secara bertahap di tiga lokasi yang telah ditetapkan. Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan bengkel, peralatan servis, serta material pendukung lain yang diperlukan untuk meningkatkan standar layanan di bengkel Z-Auto.
Pendamping Z-Auto BAZNAS Provinsi Sulut menyampaikan bahwa distribusi ini merupakan amanah dari BAZNAS RI untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas layanan dan daya saing. “Kami memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran. Melalui dukungan ini, kami berharap Z-Auto dapat semakin berkembang serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Pihak Z-Auto menyambut baik dukungan ini dan menegaskan bahwa serah terima di tiga titik berlangsung lancar dan sesuai jadwal. Bantuan tersebut dinilai sangat strategis, terutama menjelang periode peningkatan permintaan layanan perawatan kendaraan pada akhir tahun.
Dengan rampungnya rangkaian serah terima ini, Z-Auto menargetkan peningkatan efisiensi, memperluas jangkauan layanan, dan memperkuat kapasitas operasional di seluruh titik Z-Auto.
01/12/2025 | Humas Baznas Sulut
Artikel Terbaru
Optimis — bersama zakat, hidup lebih berkah
OKTOBER — “O” nya ... OPTIMIS, dengan BERZAKAT!
Mari jadikan bulan Oktober sebagai bulan peduli dan berbagi.
Optimis — bersama zakat, hidup lebih berkah.
? Satu zakat, sejuta manfaat.
???? Salurkan melalui:
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara
???? Info & Konfirmasi:
- 082191402391
- 089615282179
07/10/2025 | Humas Baznas Sulut
ZAKAT SEBAGAI BUKTI KEIMANAN
Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah SWT untuk dikeluarkan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60.
Zakat bukan hanya kewajiban sosial dalam Islam, tetapi juga manifestasi nyata dari keimanan seorang Muslim. Dalam ajaran Islam, keimanan yang benar harus tercermin dalam amal perbuatan. Zakat menjadi salah satu indikator paling jelas dari keterkaitan antara hati, iman, dan tindakan nyata.
Zakat dan Keimanan
Dalam banyak ayat Al-Qur’an, perintah menunaikan zakat senantiasa disandingkan dengan perintah mendirikan salat. Ini menunjukkan bahwa zakat bukanlah sekadar amalan sosial, tetapi ibadah yang berdimensi spiritual dan keimanan.
Allah SWT berfirman:
“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Baqarah: 43)
Ayat ini menunjukkan bahwa zakat adalah bagian integral dari keislaman seseorang. Menolak atau mengabaikan zakat bukan hanya bentuk kelalaian sosial, tetapi juga bisa mengarah pada lemahnya iman.
Zakat Sebagai Ujian dan Bukti
Zakat menjadi ujian keimanan karena menyentuh aspek yang sangat dekat dengan manusia: harta. Manusia secara fitrah mencintai harta benda. Maka, ketika seorang Muslim bersedia menyisihkan sebagian hartanya untuk orang lain demi memenuhi perintah Allah, hal itu mencerminkan keimanan yang kuat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak beriman siapa yang kenyang sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Al-Baihaqi)
Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang rasa empati, kepedulian, dan kepekaan sosial yang lahir dari hati yang beriman.
Dampak Zakat dalam Kehidupan
Mendekatkan Diri kepada Allah Zakat menyucikan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan.
Menumbuhkan Solidaritas Sosial Zakat menciptakan jembatan kasih antara si kaya dan si miskin, mengurangi kecemburuan sosial.
Mendatangkan Keberkahan Harta Harta yang dizakati akan lebih berkah dan tumbuh dengan izin Allah SWT.
21/05/2025 | Baznas Provinsi Sulut
ZAKAT SEBAGAI CAHAYA KEADILAN SOSIAL
ZAKAT SEBAGAI CAHAYA KEADILAN SOSIAL
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan umat Muslim, bukan hanya sebagai kewajiban spiritual, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang mampu menciptakan keadilan dan kesejahteraan dalam masyarakat. Dalam konteks ini, zakat dapat dianalogikan sebagai cahaya keadilan sosial, karena mampu menerangi berbagai sisi kehidupan sosial yang diliputi oleh kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakadilan.
Zakat: Ibadah yang Menyentuh Aspek Sosial
Zakat secara etimologis berasal dari kata zak? yang berarti “bersih”, “suci”, “berkah”, dan “tumbuh”. Dalam pengertian syar’i, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat, dan diberikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya (asnaf). Kewajiban ini tidak hanya bersifat vertikal antara manusia dan Allah, tetapi juga horizontal antara manusia dengan sesamanya.
Melalui zakat, Allah SWT mengajarkan pentingnya kepedulian sosial dan keadilan dalam distribusi kekayaan. Dengan kata lain, zakat adalah ibadah yang mengandung nilai sosial tinggi dan menjadi bentuk nyata dari solidaritas antarsesama manusia.
Menanggulangi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi
Salah satu persoalan terbesar dalam masyarakat modern adalah ketimpangan sosial dan ekonomi. Sebagian kecil masyarakat hidup dalam kemewahan, sementara sebagian besar lainnya berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Zakat hadir sebagai mekanisme alami untuk mengalirkan kekayaan dari mereka yang mampu kepada yang membutuhkan.
Melalui zakat, harta tidak hanya berputar di kalangan orang-orang kaya. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an, “Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS. Al-Hasyr: 7). Ini merupakan prinsip keadilan sosial yang luar biasa, di mana zakat menjadi jembatan bagi terwujudnya keseimbangan dalam masyarakat.
Zakat sebagai Solusi Pengentasan Kemiskinan
Dalam sejarah Islam, zakat terbukti efektif dalam mengentaskan kemiskinan. Salah satu contoh paling menakjubkan terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Saat itu, pengelolaan zakat begitu optimal hingga sulit menemukan mustahik yang masih membutuhkan bantuan. Ini menunjukkan bahwa dengan manajemen yang amanah dan profesional, zakat mampu menjadi solusi konkrit terhadap persoalan kemiskinan struktural.
Membangun Rasa Solidaritas dan Empati
Zakat juga berfungsi membangun ikatan sosial yang kuat di antara anggota masyarakat. Ia menumbuhkan empati, mengajarkan berbagi, dan memperkuat solidaritas sosial. Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim tidak hanya menunaikan kewajiban agamanya, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli, harmonis, dan penuh kasih sayang.
Zakat sebagai Cahaya Keadilan Sosial
Mengibaratkan zakat sebagai cahaya bukanlah hal yang berlebihan. Cahaya membawa terang dalam kegelapan; demikian pula zakat membawa harapan bagi mereka yang hidup dalam kesulitan. Ia menjadi pelita bagi masyarakat dalam meniti jalan keadilan, menghapus luka-luka sosial, dan membuka ruang bagi hadirnya kesejahteraan yang merata.
Dalam dunia yang semakin individualistik dan materialistik, zakat adalah pengingat bahwa keberkahan hidup bukan hanya dari seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa banyak yang kita berikan kepada sesama.
Zakat adalah manifestasi keadilan sosial dalam Islam. Ia menjadi sarana pembersih harta, penghubung antar kalangan masyarakat, dan jaminan sosial yang bisa mengangkat martabat manusia. Dengan menjadikan zakat sebagai bagian integral dari kehidupan umat, kita tidak hanya menjalankan perintah Allah SWT, tetapi juga berkontribusi langsung dalam membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, dan sejahtera.
Sudah saatnya kita menempatkan zakat bukan sekadar sebagai kewajiban tahunan, tetapi sebagai cahaya yang menuntun jalan peradaban menuju keadilan sosial yang hakiki.
16/05/2025 | Baznas Provinsi Sulut
BAZNAS TV
Sahabat Baznas Bermanfaat Bagi Umat
Penulis: Humas Baznas Sulut
Baznas Sulut Peduli Sampai Pelosok
Penulis: Humas Baznas Sulut
