WhatsApp Icon
RESMI TUTUP POSKO KEBAKARAN SINDULANG 1 SETELAH TUJUH HARI PELAYANAN, DONASI BANTUAN TETAP DIBUKA

RESMI TUTUP POSKO KEBAKARAN SINDULANG 1 SETELAH TUJUH HARI PELAYANAN, DONASI BANTUAN TETAP DIBUKA

MANADO — Senin, 19 Oktober 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara bersama BAZNAS Kota Manado, UPZ Masjid, DMI Manado, Ansor Manado resmi menutup operasional Posko Kebakaran Sindulang 1 pada Senin, 19 Oktober 2026. Penutupan ini menandai berakhirnya tujuh hari pelayanan kemanusiaan yang dilaksanakan untuk membantu masyarakat terdampak musibah kebakaran di Kelurahan Sindulang 1, Kota Manado.

Kegiatan kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, BAZNAS Kota Manado, Sahabat BAZNAS, UPZ Masjid Darussalam 1, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Manado, Ansor Manado, serta berbagai elemen masyarakat yang turut mengambil bagian dalam gerakan solidaritas dan kepedulian terhadap warga terdampak bencana.

Selama tujuh hari beroperasi, Posko Kebakaran Sindulang 1 menjadi pusat koordinasi penerimaan, pengelolaan, dan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang mengalami dampak langsung akibat kebakaran. Berbagai bentuk kepedulian terus berdatangan dari masyarakat, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, paguyuban, serta berbagai pihak yang tergerak untuk meringankan beban para korban.

Bantuan yang diterima melalui posko meliputi makanan siap saji, sembako, air mineral, air minum dalam kemasan galon, pakaian layak pakai, tikar, alas tidur, kasur, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga selama masa tanggap darurat.

Dalam rangkaian pelayanan tersebut, tim posko juga melaksanakan pendistribusian bantuan kepada keluarga terdampak. Pada Kamis, 15 Oktober 2026, bantuan berupa paket kebutuhan dasar telah disalurkan kepada 27 keluarga dari total 35 kepala keluarga terdampak yang terdata pada saat itu. Paket bantuan mencakup kebutuhan rumah tangga dan perlengkapan dasar untuk membantu warga menjalani masa pemulihan setelah musibah kebakaran.

## Budi Wahono: Semangat Kemanusiaan Harus Terus Berlanjut

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Manado, Budi Wahono, menjadi salah satu unsur yang turut memberikan perhatian dalam gerakan kemanusiaan bagi masyarakat Sindulang 1. Keterlibatan berbagai unsur, termasuk organisasi kemasjidan, memperlihatkan bahwa masjid dan lembaga sosial memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian serta memperkuat solidaritas umat ketika masyarakat menghadapi musibah.

Penutupan posko bukan berarti berakhirnya kepedulian terhadap warga terdampak. Sebaliknya, berakhirnya operasional tenda menjadi momentum untuk melanjutkan pelayanan kemanusiaan melalui mekanisme koordinasi dan pendampingan yang lebih terarah.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menegaskan bahwa **penerimaan donasi dan bantuan bagi korban kebakaran Sindulang 1 tetap dibuka meskipun operasional posko telah resmi ditutup.** Masyarakat yang ingin membantu masih dapat menyalurkan donasi melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara.

Bantuan yang terkumpul selanjutnya akan diarahkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid terkait, dengan koordinasi dan pengawasan BAZNAS agar penyalurannya tetap terarah, tertib, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Dengan mekanisme ini, kepedulian para muzaki, munfik, donatur, dan masyarakat luas diharapkan dapat terus menjangkau warga yang masih membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan.

## Apresiasi untuk Seluruh Pihak yang Terlibat

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi selama tujuh hari pelaksanaan Posko Kebakaran Sindulang 1. Apresiasi ini ditujukan kepada para donatur, relawan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, tenaga, waktu, dan perhatian bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.

Kehadiran berbagai unsur dalam gerakan kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Sulawesi Utara. Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun nilainya, merupakan wujud kepedulian yang berarti bagi keluarga yang sedang berusaha bangkit dari kehilangan.

Bagi BAZNAS, penanganan musibah tidak hanya berkaitan dengan penyaluran bantuan pada masa darurat, tetapi juga menyangkut keberlanjutan kepedulian, ketepatan sasaran, dan penguatan solidaritas sosial. Karena itu, koordinasi dengan UPZ masjid dan unsur terkait akan tetap menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan lanjutan dapat dikelola dengan baik.

## Penutupan Posko, Bukan Penutupan Kepedulian

Dengan berakhirnya tujuh hari operasional Posko Kebakaran Sindulang 1, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipelihara. Pemulihan pascakebakaran membutuhkan waktu, dukungan, dan perhatian berkelanjutan dari berbagai pihak.

BAZNAS mengajak masyarakat untuk tetap mendoakan keluarga terdampak agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menata kembali kehidupan mereka. Dukungan kemanusiaan yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus menumbuhkan harapan untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan.

Posko boleh ditutup, tetapi kepedulian tidak boleh berhenti. Semangat berbagi dan gotong royong hendaknya terus menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi setiap ujian kemanusiaan.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara bersama DMI Kota Manado & Pihak Lainnya berkomitmen untuk terus hadir dalam pelayanan umat, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, serta aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Zakat Menguatkan Indonesia. Bersama, kita kuat untuk sesama.

#BAZNASSulut #ZakatMenguatkanIndonesia #BaznasTanggapBencana #PeduliSindulang1 #SolidaritasKemanusiaan

19/10/2026 | Kontributor: Humas Baznas Sulut
Resmi Tutup Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 Setelah Tujuh Hari, Penyaluran Bantuan Tetap Dibuka melalui UPZ Masjid Darussalam 1

BAZNAS Sulawesi Utara Resmi Tutup Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 Setelah Tujuh Hari, Penyaluran Bantuan Tetap Dibuka melalui UPZ Masjid Darussalam 1

Resmi Tutup Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 Setelah Tujuh Hari, Penyaluran Bantuan Tetap Dibuka melalui UPZ Masjid Darussalam 1

MANADO — Senin, 19 Oktober 2026

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara secara resmi mengakhiri operasional Posko dan Dapur Umum Tanggap Darurat Kebakaran Sindulang 1, Kota Manado, pada Senin, 19 Oktober 2026. Penutupan ini menandai berakhirnya tujuh hari pelaksanaan pelayanan kemanusiaan yang telah dimulai sejak Selasa, 13 Oktober 2026, sebagai bentuk kepedulian dan respons bersama terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di wilayah Sindulang 1.

Selama tujuh hari pelaksanaan, posko yang menjadi pusat koordinasi bantuan kemanusiaan tersebut telah mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan solidaritas kemanusiaan. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara bersama BAZNAS Kota Manado, Sahabat BAZNAS, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Darussalam 1, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Manado, Gerakan Pemuda Ansor, serta berbagai organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, paguyuban, relawan, dan pihak terkait lainnya turut mengambil bagian dalam upaya membantu meringankan beban warga yang terdampak.

Penutupan posko dilaksanakan setelah melalui rangkaian koordinasi dan evaluasi bersama dengan mempertimbangkan perkembangan penanganan bantuan di lapangan. Keputusan ini bukan berarti berakhirnya kepedulian terhadap para korban, melainkan merupakan bagian dari penyesuaian mekanisme pelayanan agar proses penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran bantuan dapat terus berlangsung secara terarah, terkoordinasi, dan bertanggung jawab.

Penandatanganan Berita Acara Penutupan Posko

Sebagai bentuk tertib administrasi, akuntabilitas, dan pertanggungjawaban bersama, berakhirnya operasional Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 ditandai dengan penandatanganan berita acara penutupan posko oleh pihak-pihak terkait.

Penandatanganan berita acara tersebut menjadi penegasan bahwa pelayanan melalui posko dan dapur umum yang telah berjalan sejak 13 Oktober 2026 secara resmi berakhir pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah tujuh hari pelaksanaan. Dokumen ini sekaligus menjadi bagian dari administrasi kegiatan dan bahan evaluasi atas pelaksanaan pelayanan kemanusiaan selama masa tanggap darurat.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara memandang bahwa setiap kegiatan kemanusiaan tidak hanya membutuhkan kecepatan dalam merespons kebutuhan masyarakat, tetapi juga harus disertai dengan tata kelola yang baik, pencatatan yang tertib, serta pertanggungjawaban atas amanah bantuan yang dipercayakan oleh masyarakat.

Dengan demikian, berakhirnya operasional posko tidak menghilangkan komitmen untuk terus mendampingi masyarakat terdampak. Justru, langkah ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lanjutan agar bantuan yang masih dibutuhkan dapat dihimpun dan disalurkan melalui mekanisme yang lebih terfokus.

Bantuan Tetap Dibuka melalui UPZ Masjid Darussalam 1

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menegaskan bahwa meskipun Posko dan Dapur Umum resmi ditutup, kesempatan bagi masyarakat untuk menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran Sindulang 1 tetap terbuka.

Penghimpunan bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan melalui UPZ Masjid Darussalam 1, dengan tetap berada dalam koordinasi dan pengawasan BAZNAS sesuai mekanisme yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kepedulian masyarakat sekaligus memastikan bahwa amanah bantuan tetap dikelola secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat, para donatur, munfiq, lembaga, organisasi, komunitas, serta seluruh pihak yang masih ingin berpartisipasi dalam membantu korban kebakaran dapat melanjutkan dukungan melalui UPZ Masjid Darussalam 1. Bentuk bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak dan hasil koordinasi di lapangan.

BAZNAS Sulawesi Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami bahwa berakhirnya masa operasional posko bukanlah akhir dari gerakan solidaritas. Pemulihan kehidupan warga yang terdampak kebakaran membutuhkan proses, perhatian, dan dukungan berkelanjutan. Karena itu, sinergi antara lembaga pengelola zakat, pengurus masjid, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan masyarakat luas tetap menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan menjangkau mereka yang membutuhkan.

Apresiasi dan Terima Kasih kepada Seluruh Donatur, Munfiq, dan Relawan

Dalam kesempatan ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, munfiq, relawan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, paguyuban, lembaga, serta pihak-pihak terkait yang telah mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak kebakaran Sindulang 1.

Apresiasi secara khusus disampaikan kepada setiap pihak yang telah mempercayakan bantuan melalui Posko BAZNAS, baik dalam bentuk dana maupun barang kebutuhan sehari-hari. Dukungan berupa sembako, makanan siap saji, air mineral, air galon, pakaian layak pakai, kasur, karpet, tikar, alas tidur, serta berbagai kebutuhan lainnya telah menjadi wujud nyata kepedulian terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit.

BAZNAS Sulawesi Utara juga memberikan penghormatan kepada para relawan yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu operasional posko, mendukung pelayanan dapur umum, mengoordinasikan bantuan, serta terlibat dalam proses distribusi kepada warga terdampak. Dedikasi para relawan merupakan bagian penting dari keberhasilan pelayanan kemanusiaan selama tujuh hari tersebut.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada BAZNAS Kota Manado, Sahabat BAZNAS, UPZ Masjid Darussalam 1, DMI Kota Manado, Gerakan Pemuda Ansor, serta seluruh unsur yang telah membangun kerja sama dan memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung.

BAZNAS Sulawesi Utara menyadari bahwa ikhtiar kemanusiaan ini tidak dapat berjalan dengan baik apabila hanya dilakukan oleh satu lembaga. Kolaborasi, kepercayaan, dan kesediaan untuk saling membantu menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun nilainya, memiliki arti penting bagi para penerima manfaat. Di balik setiap paket kebutuhan pokok, makanan, pakaian, dan dukungan finansial, terdapat kepedulian dan harapan agar warga yang terdampak dapat kembali menata kehidupan mereka.

Semoga segala bentuk kebaikan yang telah diberikan menjadi amal jariyah, mendapat balasan terbaik dari Allah SWT, serta membawa keberkahan bagi para donatur, munfiq, relawan, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi.

Laporan Kegiatan Akan Dirilis Selambat-lambatnya Tujuh Hari Setelah Penutupan

Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan bantuan, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara akan menyusun dan merilis laporan kegiatan Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 selambat-lambatnya tujuh hari setelah penutupan posko.

Laporan tersebut akan disiapkan melalui proses rekapitulasi dan verifikasi data yang mencakup pelaksanaan kegiatan, penerimaan bantuan, jenis bantuan yang dihimpun, penyaluran kepada masyarakat terdampak, serta informasi relevan lainnya sesuai dengan data dan dokumen pertanggungjawaban yang tersedia.

Proses penyusunan laporan dilakukan secara cermat agar informasi yang disampaikan kepada publik dapat menggambarkan pelaksanaan kegiatan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Rekapitulasi ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan amanah yang dititipkan melalui BAZNAS dan para mitra kolaborasi.

BAZNAS Sulawesi Utara memandang transparansi sebagai unsur mendasar dalam setiap kegiatan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan bantuan kemanusiaan. Kepercayaan para donatur dan munfiq merupakan amanah yang harus dijaga melalui tata kelola yang profesional, pelaporan yang jelas, serta penyaluran yang memperhatikan kebutuhan penerima manfaat.

Dengan adanya laporan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai pelaksanaan kegiatan selama tujuh hari, sekaligus mengetahui bahwa bantuan yang dipercayakan telah dikelola melalui mekanisme koordinasi dan pertanggungjawaban yang semestinya.

Meneguhkan Semangat Kemanusiaan dan Kepedulian Bersama

Berakhirnya operasional Posko dan Dapur Umum Kebakaran Sindulang 1 menjadi penanda selesainya satu tahapan pelayanan kemanusiaan, tetapi bukan akhir dari kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial merupakan kekuatan besar yang mampu menyatukan berbagai unsur masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Ketika musibah terjadi, kehadiran bantuan, dukungan moral, dan kebersamaan menjadi sumber kekuatan bagi warga untuk menghadapi keadaan dan melanjutkan kehidupan.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam situasi kebencanaan. Kolaborasi dengan UPZ masjid, relawan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pihak terkait akan terus diperkuat sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Melalui berakhirnya posko ini, BAZNAS Sulawesi Utara mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga semangat berbagi, memperkuat persaudaraan, dan melanjutkan dukungan bagi saudara-saudara yang membutuhkan.

Posko boleh berakhir, tetapi kepedulian tidak boleh berhenti. Semangat membantu dan meringankan beban sesama harus terus hidup melalui kerja bersama, pengelolaan amanah yang bertanggung jawab, serta komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara

Zakat Menguatkan Indonesia.

#ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq #BaznasTanggapBencana

19/10/2026 | Kontributor: Humas Baznas Sulut
Rakornas BAZNAS 2026 Berakhir, BAZNAS Sulawesi Utara Bersama BAZNAS Kabupaten Kota Perkuat Komitmen Pengelolaan Zakat

Rakornas BAZNAS Berakhir di Jakarta, BAZNAS Sulawesi Utara Bersama BAZNAS Kabupaten Kota Perkuat Komitmen Pengelolaan Zakat

Rakornas BAZNAS 2026 Berakhir, BAZNAS Sulawesi Utara Bersama BAZNAS Kabupaten Kota Perkuat Komitmen Pengelolaan Zakat

JAKARTA — Rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang berlangsung di Jakarta resmi berakhir pada 15 Oktober 2026. Kegiatan nasional ini menjadi momentum penting bagi jajaran BAZNAS di berbagai tingkatan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas tata kelola zakat, serta menyatukan langkah dalam mengoptimalkan pengumpulan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara turut hadir dan berpartisipasi bersama perwakilan BAZNAS kabupaten/kota dari Sulawesi Utara, yakni BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow dan BAZNAS Kota Tomohon. Kehadiran unsur BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi kelembagaan serta mendorong pengelolaan zakat yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Rakornas BAZNAS menjadi forum strategis untuk mempertemukan jajaran pimpinan dan pengelola zakat dalam rangka membangun kesamaan persepsi, menyelaraskan arah kebijakan, serta memperkuat pelaksanaan program-program zakat di daerah. Melalui forum ini, setiap perwakilan BAZNAS memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan zakat yang terus berkembang.

Bagi BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, partisipasi dalam Rakornas tidak sekadar menjadi bentuk kehadiran pada agenda nasional, tetapi juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada muzaki, munfik, dan mustahik. Berbagai pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan pelaksanaan program kerja BAZNAS di wilayah Sulawesi Utara.

Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, MH, menjadi bagian dari jajaran pimpinan yang mengikuti rangkaian kegiatan Rakornas tersebut. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara juga menyampaikan laporan mengenai perkembangan pengelolaan zakat di daerah pada hari kedua kegiatan, 14 Oktober 2026. Penyampaian laporan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan gambaran mengenai pelaksanaan program dan capaian kelembagaan BAZNAS Sulawesi Utara dalam menjalankan amanah pengelolaan dana umat.

Di sela-sela rangkaian kegiatan, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara juga berkoordinasi dengan Ketua BAZNAS Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid. Koordinasi ini menjadi bagian dari komunikasi kelembagaan untuk memperkuat hubungan antara BAZNAS daerah dan BAZNAS RI, sekaligus mendukung kesinambungan pelaksanaan kebijakan serta program pengelolaan zakat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow dan BAZNAS Kota Tomohon bersama BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara turut menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam membangun ekosistem zakat yang kuat di daerah. Sinergi antara BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota diperlukan agar program pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat dapat berjalan lebih terarah, saling mendukung, serta menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Penguatan koordinasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada para muzaki dan munfik, sekaligus memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dikelola sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan tata kelola yang baik, zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membantu mengurangi kemiskinan, memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya mengembangkan pelaksanaan program-program unggulan melalui berbagai bidang, meliputi Sulut Makmur, Sulut Cerdas, Sulut Sehat, Sulut Takwa, dan Sulut Peduli. Program-program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan manfaat zakat secara lebih luas, baik dalam bentuk bantuan langsung bagi masyarakat yang membutuhkan maupun melalui pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup mustahik.

Semangat kolaborasi yang terbangun melalui Rakornas diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program-program tersebut, dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan dana umat. Dukungan dan kepercayaan masyarakat menjadi modal penting bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kinerja dan memperluas manfaat zakat di Sulawesi Utara.

Berakhirnya Rakornas pada 15 Oktober 2026 bukanlah akhir dari proses penguatan kelembagaan, melainkan menjadi titik awal untuk menindaklanjuti berbagai hasil koordinasi dan pembelajaran dalam pelaksanaan tugas di daerah. Setiap jajaran BAZNAS diharapkan mampu menerjemahkan arah kebijakan dan semangat kolaborasi tersebut ke dalam program kerja yang terukur, pelayanan yang semakin baik, serta pengelolaan ZIS yang memberikan dampak nyata bagi umat.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara bersama BAZNAS Kabupaten Bolaang Mongondow dan BAZNAS Kota Tomohon berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, dan menjaga kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan zakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang semakin efektif, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Melalui semangat kebersamaan dan tanggung jawab kelembagaan, BAZNAS Sulawesi Utara meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan pengelolaan zakat yang aman secara syariah, aman secara regulasi, serta berkontribusi bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Zakat Menguatkan Indonesia.

#ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq #BAZNASSulut #RakornasBAZNAS2026 #BAZNASUntukUmat

18/10/2026 | Kontributor: Humas Baznas Sulut
Tim Posko Tenda BAZNAS Gelar Rapat Evaluasi Hari Keenam, Penutupan Dijadwalkan Senin Ba’da Ashar

 

Tim Posko Tenda BAZNAS Gelar Rapat Evaluasi Hari Keenam, Penutupan Dijadwalkan Senin Ba’da Ashar

MANADO, Ahad, 18 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara bersama BAZNAS Kota Manado dan sejumlah lembaga serta organisasi masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana kebakaran di Sindulang melaksanakan rapat evaluasi pada hari keenam operasional Posko Tenda BAZNAS, Ahad (18/10/2026).

Rapat evaluasi yang berlangsung di Posko Tenda BAZNAS, depan Masjid Darussalam 1, menjadi momentum penting untuk meninjau pelaksanaan pelayanan kemanusiaan, mengevaluasi penyaluran bantuan, serta mengoordinasikan langkah-langkah akhir sebelum posko resmi ditutup.

Kegiatan ini dihadiri oleh lima perwakilan lembaga dan organisasi kemasyarakatan yang selama beberapa hari terakhir berkolaborasi dalam mendukung penanganan dampak kebakaran. Kolaborasi tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta sinergi lintas lembaga dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah.

Adapun unsur yang hadir dalam rapat evaluasi ini meliputi BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, BAZNAS Kota Manado, Sahabat BAZNAS, UPZ Masjid Darussalam 1, serta unsur Dewan Masjid Indonesia (DMI) Manado dan Ansor Manado. Seluruh unsur tersebut memiliki peran dalam mendukung pelayanan posko, menghimpun dan menyalurkan bantuan, serta memperkuat koordinasi kemanusiaan bagi warga terdampak.

Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa operasional Posko Tenda BAZNAS akan berakhir pada Senin, 19 Oktober 2026, ba’da Ashar. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya masa pelayanan posko secara terkoordinasi setelah menjalankan berbagai aktivitas kemanusiaan untuk membantu warga yang terdampak kebakaran.

Selama posko beroperasi, bantuan terus berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, paguyuban, tokoh masyarakat, hingga para munfiq dan donatur yang menyalurkan kepeduliannya. Bantuan yang diterima mencakup kebutuhan pokok, makanan siap saji, air mineral, pakaian layak pakai, alas tidur, tikar, kasur, serta berbagai kebutuhan lain yang diperlukan oleh masyarakat terdampak.

Selain menjadi pusat penerimaan bantuan, Posko Tenda BAZNAS juga berfungsi sebagai ruang koordinasi dan kolaborasi bagi berbagai pihak yang ingin mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan. Melalui koordinasi yang terarah, bantuan yang terkumpul dapat dikelola dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh lembaga, organisasi masyarakat, tokoh agama, relawan, donatur, munfiq, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan selama berlangsungnya operasional posko. Setiap bantuan, baik berupa materi maupun tenaga dan perhatian, merupakan bagian penting dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban saudara-saudara yang terdampak musibah.

BAZNAS Sulawesi Utara menegaskan bahwa berakhirnya operasional Posko Tenda BAZNAS tidak berarti berakhirnya penerimaan donasi dan bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran. Penghimpunan donasi, baik berupa uang tunai maupun bantuan barang kebutuhan pokok, tetap dibuka sebagai bentuk keberlanjutan kepedulian terhadap warga yang masih membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan pascabencana.

Setelah posko resmi ditutup pada Senin, 19 Oktober 2026, penyaluran bantuan selanjutnya akan diarahkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid yang menjadi bagian dari jaringan pelayanan kemanusiaan BAZNAS. Mekanisme ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menyalurkan bantuan sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak tetap mendapat perhatian secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara & BAZNAS Kota Manado akan tetap melakukan koordinasi, pemantauan, dan pengawasan terhadap pengelolaan serta penyaluran bantuan melalui UPZ masjid. Dengan demikian, bantuan yang dipercayakan oleh para munfiq, donatur, dan masyarakat dapat dikelola secara amanah, transparan, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan bahwa pelayanan kemanusiaan tidak berhenti pada penutupan posko, melainkan terus berlanjut melalui koordinasi kelembagaan dan jaringan UPZ masjid. BAZNAS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga semangat solidaritas dan gotong royong dengan terus menyalurkan infak, sedekah, serta bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudara yang terdampak musibah kebakaran di Sindulang.

Zakat Menguatkan Indonesia. Bersama, kita hadir untuk membantu, menguatkan, dan menumbuhkan kembali harapan bagi sesama.

#BAZNASSulut #ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq #BaznasTanggapBencana #PoskoTendaBAZNAS #PeduliKorbanKebakaran

18/10/2026 | Kontributor: Humas Baznas Sulut
HARI KEENAM POSKO TENDA BAZNAS SULUT: 34 MUNFIQ SALURKAN BANTUAN MELALUI POSKO KEBAKARAN SINDULANG 1

HARI KEENAM POSKO TENDA BAZNAS SULUT: 34 MUNFIQ SALURKAN BANTUAN MELALUI POSKO KEBAKARAN SINDULANG 1

Manado, Ahad, 18 Oktober 2026 — Kepedulian dan semangat gotong royong terus mengalir bagi masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di wilayah Sindulang 1, Kota Manado. Memasuki hari keenam operasional Posko Tenda BAZNAS, sebanyak 34 munfiq tercatat menyalurkan bantuan melalui posko BAZNAS yang berlokasi di depan Masjid Darussalam 1.

Bantuan yang terus berdatangan menjadi bukti nyata tumbuhnya solidaritas dan kepedulian masyarakat terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit akibat musibah kebakaran. Para munfiq, bersama berbagai elemen masyarakat, mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan ini dengan menitipkan bantuan melalui posko agar dapat dihimpun dan diteruskan kepada warga terdampak yang membutuhkan.

Posko Tenda BAZNAS menjadi salah satu titik koordinasi penghimpunan bantuan sekaligus ruang kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penanganan dampak bencana. Kehadiran posko ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang ingin berbagi serta membantu memastikan bantuan yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk meringankan beban para korban.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh munfiq yang telah mempercayakan bantuan melalui posko, serta kepada seluruh pihak yang terus menunjukkan kepedulian dan dukungan bagi masyarakat terdampak kebakaran.

Setiap bantuan yang disalurkan, berapa pun nilainya, memiliki arti penting bagi mereka yang sedang berupaya bangkit dari musibah. Di balik setiap paket bantuan dan setiap rupiah yang diberikan, terdapat harapan, doa, serta semangat untuk menguatkan sesama.

Momentum hari keenam ini juga menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya tentang bantuan material, melainkan tentang hadirnya rasa persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat. Sinergi antara BAZNAS, relawan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan para dermawan menjadi kekuatan penting dalam membangun kembali harapan warga terdampak.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan mendukung upaya kemanusiaan bagi warga yang terdampak kebakaran Sindulang 1. Dengan kebersamaan, beban yang berat diharapkan dapat diringankan dan proses pemulihan dapat berjalan dengan lebih baik.

Terima kasih kepada 34 munfiq dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini.** Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, serta membawa keberkahan bagi para pemberi dan penerima manfaat.

BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara

Zakat Menguatkan Indonesia

#BAZNASSulut #ZakatMenguatkanIndonesia #CahayaMuzakkiMunfiq #BAZNASKemanusiaan #PoskoKebakaran #Sindulang1 #ManadoPeduli

18/10/2026 | Kontributor: Humas Baznas Sulut

Berita Terbaru

Innalillahi wainnailaihi rajiun : Berita Duka KADIS Perkebunan Sulut Telah Berpulang
Innalillahi wainnailaihi rajiun : Berita Duka KADIS Perkebunan Sulut Telah Berpulang
INN? LILL?HI WA INN? ILAIHI R?JI'?N Segenap Pimpinan dan Pelaksana BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya: Bapak Darwin Muksin, S.Sos., MM Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. "Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya lah kita semua akan kembali." (QS. Al-Baqarah: 156) Hormat kami, Pimpinan dan Pelaksana BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara
BERITA08/08/2026 | Humas Baznas Sulut
Selamat Ulang Tahun Waka IV Baznas Sulut
Selamat Ulang Tahun Waka IV Baznas Sulut
Selamat Ulang Tahun Drs. Hi. Agus Santoso Budiharso, M.Sc Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, kebahagiaan, kekuatan, serta kemudahan dalam setiap langkah pengabdian untuk umat dan masyarakat. Semoga terus menjadi teladan dalam dedikasi, integritas, dan semangat melayani umat melalui zakat, serta senantiasa diberikan keberkahan usia dan kelancaran dalam menjalankan amanah. Barakallahu fi umrik. Jazakumullahu khairan atas segala dedikasi dan pengabdian.
BERITA08/08/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Sulut Salurkan Bantuan Sarana Kebersihan kepada Masjid Raya Ahmad Yani sebagai Wujud Kepedulian terhadap Rumah Ibadah
BAZNAS Sulut Salurkan Bantuan Sarana Kebersihan kepada Masjid Raya Ahmad Yani sebagai Wujud Kepedulian terhadap Rumah Ibadah
Manado, 7 Agustus 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali melaksanakan salah satu program pendistribusian pada bidang Sulut Taqwa melalui penyerahan bantuan sarana kebersihan kepada Masjid Raya Ahmad Yani Sulawesi Utara. Bantuan berupa dua unit tempat sampah dan perlengkapan kebersihan berupa kain pel tersebut diserahkan secara langsung kepada pengurus Badan Takmir Masjid (BTM) Masjid Raya Ahmad Yani sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan masjid yang bersih, sehat, dan nyaman bagi jamaah. Prosesi penyerahan bantuan berlangsung di Sekretariat Badan Takmir Masjid Raya Ahmad Yani Sulawesi Utara pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Sulut dalam memperkuat pelayanan kepada rumah-rumah ibadah melalui penyediaan sarana yang menunjang aktivitas keagamaan sehari-hari. Masjid sebagai pusat ibadah umat Islam memiliki peran strategis yang tidak hanya digunakan untuk pelaksanaan salat berjamaah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, dakwah, pembinaan generasi muda, kajian keislaman, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan masjid merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Melalui bantuan ini, BAZNAS Sulut berharap kebutuhan dasar kebersihan masjid dapat semakin terpenuhi sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk. Penyediaan tempat sampah juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya membuang sampah pada tempatnya, sementara perlengkapan kebersihan akan membantu pengurus dalam menjaga kondisi lantai dan area masjid agar tetap bersih setiap saat. Pengurus Badan Takmir Masjid Raya Ahmad Yani menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara. Bantuan tersebut dinilai sangat bermanfaat karena akan digunakan secara langsung dalam mendukung kegiatan operasional kebersihan masjid yang setiap harinya melayani jamaah dari berbagai kalangan. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan implementasi amanah para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS. Setiap dana yang dihimpun diupayakan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata, termasuk penguatan sarana ibadah dan pelayanan kepada umat. Ke depan, BAZNAS Sulut akan terus memperluas sinergi dengan masjid, musala, lembaga pendidikan Islam, serta berbagai institusi keagamaan lainnya agar manfaat zakat semakin dirasakan masyarakat. Penguatan fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan umat menjadi bagian penting dari visi BAZNAS dalam menghadirkan keberkahan zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui langkah sederhana namun berdampak seperti penyediaan sarana kebersihan, diharapkan budaya menjaga kebersihan rumah ibadah semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kesadaran bersama. Sebab, masjid yang bersih dan nyaman akan menghadirkan suasana ibadah yang lebih khusyuk, sekaligus mencerminkan kepedulian umat terhadap kemuliaan rumah Allah.
BERITA07/08/2026 | Humas Baznas Sulut
KICI Sulawesi Utara Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Pakowa Melalui BAZNAS Sulut
KICI Sulawesi Utara Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Pakowa Melalui BAZNAS Sulut
Manado, 7 Agustus 2026 – Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Sulawesi Utara kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak musibah kebakaran di Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea, Kota Manado. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Hj. Sida Bachmid kepada Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, SH., MH, di Kantor BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (7/8). Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan empati KICI Sulut kepada masyarakat yang tengah menghadapi cobaan akibat musibah kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah warga beberapa waktu lalu. Bantuan yang dihimpun akan disalurkan melalui BAZNAS Sulut agar dapat diterima secara tepat sasaran oleh masyarakat terdampak. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, SH., MH, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran Komunitas Ibu Cerdas Indonesia Sulawesi Utara atas kepedulian dan kepercayaannya kepada BAZNAS sebagai mitra penyalur bantuan kemanusiaan. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi masyarakat, komunitas, dan lembaga pengelola zakat merupakan kekuatan besar dalam membangun kepedulian sosial. Ketika berbagai pihak bersinergi, bantuan dapat tersalurkan dengan lebih cepat, terukur, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. "Atas nama BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada KICI Sulut atas kepedulian yang luar biasa. Amanah ini akan kami salurkan kepada masyarakat terdampak kebakaran dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para donatur dengan pahala yang berlipat ganda," ujar Hj. Lutvia Alwi. Sementara itu, perwakilan KICI Sulut, Hj. Sida Bachmid, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya saat terjadi bencana dan kondisi darurat. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para korban untuk bangkit kembali setelah mengalami kehilangan akibat musibah kebakaran. Menurutnya, nilai kepedulian dan gotong royong harus terus dipelihara sebagai budaya masyarakat Indonesia. Musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Pakowa telah mengundang perhatian berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama berbagai unsur pemerintah, lembaga kemanusiaan, komunitas, dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya penanganan serta penyaluran bantuan kepada para korban sebagai bagian dari respon kemanusiaan. Sebagai lembaga resmi pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara terus berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan, termasuk respon cepat terhadap bencana. Melalui sinergi bersama pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat, BAZNAS berupaya memastikan setiap amanah yang dititipkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para mustahik dan masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Sulut juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat semangat kepedulian sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan donasi kemanusiaan. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu, sehingga nilai-nilai solidaritas dan gotong royong terus tumbuh dalam membangun Sulawesi Utara yang lebih tangguh, peduli, dan sejahtera.
BERITA07/08/2026 | Humas Baznas Sulut
Ketua BAZNAS Sulut Resmi Tutup Pendampingan dan Luncurkan Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Bailang
Ketua BAZNAS Sulut Resmi Tutup Pendampingan dan Luncurkan Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Bailang
Manado, 2 Agustus 2026 – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, SH., MH., secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pendampingan Kampung Tanggap Bencana (KATANA) sekaligus melaunching Kampung Tanggap Bencana Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, pada Minggu (2/8). Dalam sambutannya, Hj. Lutvia Alwi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, relawan, dan para pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi menyukseskan program KATANA. Menurutnya, pembentukan Kampung Tanggap Bencana merupakan langkah nyata dalam membangun masyarakat yang memiliki kesiapsiagaan, kemampuan mitigasi, dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai potensi bencana. "KATANA bukan hanya program seremonial, tetapi gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang tangguh. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pendampingan dapat diterapkan secara berkelanjutan demi keselamatan dan ketahanan masyarakat Kelurahan Bailang," ujar Hj. Lutvia Alwi. Sebagai simbol komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi Launching Kampung Tanggap Bencana oleh para pemangku kepentingan. Ketua BAZNAS Sulut didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Drs. H. Anwar Sandiah, serta Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulut, Mustafa Marhaba. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Sulut juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka selama mengikuti rangkaian pendampingan. Selain itu, diserahkan pula Surat Tugas kepada Tim Kelompok Kerja (POKJA) KATANA Kelurahan Bailang yang akan menjadi ujung tombak dalam menggerakkan program kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di tingkat masyarakat. Melalui peluncuran KATANA ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketangguhan masyarakat melalui program-program kemanusiaan yang berkelanjutan, sejalan dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia."
BERITA02/08/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Sulut Resmi Luncurkan Kampung Tanggap Bencana Kelurahan Bailang, Wujudkan Masyarakat Tangguh Menghadapi Bencana
BAZNAS Sulut Resmi Luncurkan Kampung Tanggap Bencana Kelurahan Bailang, Wujudkan Masyarakat Tangguh Menghadapi Bencana
Manado, 2 Agustus 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pendampingan Kampung Tanggap Bencana (KATANA) sekaligus melaksanakan Launching Kampung Tanggap Bencana Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Minggu (2/8). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya membangun masyarakat yang memiliki kapasitas, kesiapsiagaan, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas. Prosesi penutupan dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, SH., MH., didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sulut, Drs. H. Anwar Sandiah, serta Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulawesi Utara, Mustafa Marhaba. Turut hadir unsur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, relawan, serta seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pendampingan selama dua hari. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Sulut, Hj. Lutvia Alwi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Program Kampung Tanggap Bencana. Menurutnya, keberhasilan program ini merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, BAZNAS, relawan, dan masyarakat mampu melahirkan sebuah gerakan bersama dalam membangun budaya sadar bencana. "Program Kampung Tanggap Bencana bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang mandiri, siap, dan tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana. Kami berharap apa yang telah dipelajari selama pendampingan ini dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan sehingga Kelurahan Bailang menjadi contoh bagi wilayah lain di Sulawesi Utara," ujar Hj. Lutvia Alwi. Beliau juga menegaskan bahwa BAZNAS akan terus mendukung program-program kemanusiaan yang berorientasi pada pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan visi BAZNAS dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat. Momentum peluncuran Kampung Tanggap Bencana (KATANA) Kelurahan Bailang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama pada backdrop launching oleh para pemangku kepentingan sebagai simbol kesepakatan untuk terus memperkuat kerja sama dalam membangun lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen kolektif bahwa keberhasilan Program KATANA tidak hanya bergantung pada BAZNAS maupun pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kesiapsiagaan dan memperkuat budaya gotong royong. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Sertifikat Penghargaan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses sosialisasi, pembekalan, pendampingan teknis, penyusunan peta risiko, simulasi kebencanaan, hingga penyusunan rencana aksi Kampung Tanggap Bencana. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan partisipasi aktif para peserta dalam meningkatkan kapasitas diri demi kepentingan masyarakat luas. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara juga menyerahkan Surat Tugas kepada Tim Kelompok Kerja (POKJA) Kampung Tanggap Bencana Kelurahan Bailang. Tim POKJA ini akan menjadi motor penggerak program di tingkat kelurahan dengan tugas mengoordinasikan kegiatan mitigasi, edukasi kebencanaan, penyelenggaraan simulasi secara berkala, pemeliharaan sistem peringatan dini, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam penanganan bencana. Pembentukan Tim POKJA diharapkan mampu memastikan keberlanjutan Program KATANA sehingga manfaatnya tidak berhenti setelah kegiatan pendampingan selesai, melainkan terus berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkesinambungan. Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) merupakan salah satu inovasi BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulut yang dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana melalui pendekatan edukasi, mitigasi, pelatihan, simulasi, dan pemberdayaan berbasis komunitas. Selama pelaksanaan program, peserta telah memperoleh materi mengenai kajian risiko bencana, penyusunan rencana aksi, sistem peringatan dini, manajemen posko, pembagian peran relawan, hingga penyusunan peta dan jalur evakuasi secara visual. Dengan diresmikannya Kampung Tanggap Bencana Kelurahan Bailang, BAZNAS Sulut berharap akan lahir komunitas masyarakat yang semakin mandiri, terorganisasi, dan memiliki kemampuan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan serta penanganan awal ketika terjadi bencana. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara meyakini bahwa ketangguhan masyarakat merupakan fondasi utama dalam mengurangi risiko bencana. Oleh karena itu, kolaborasi yang telah terbangun melalui Program KATANA akan terus diperkuat agar semakin banyak wilayah di Sulawesi Utara yang memiliki sistem kesiapsiagaan yang baik dan berkelanjutan. Melalui semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong, BAZNAS Sulut akan terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Sulawesi Utara yang tangguh terhadap bencana, sejalan dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia."
BERITA02/08/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Sulut Gelar Simulasi Kampung Tanggap Bencana, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Kelurahan Bailang
BAZNAS Sulut Gelar Simulasi Kampung Tanggap Bencana, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Kelurahan Bailang
Manado, 2 Agustus 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulawesi Utara kembali melanjutkan rangkaian Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) dengan melaksanakan Simulasi Penanganan Bencana di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Minggu (2/8). Kegiatan ini menjadi puncak dari seluruh proses pembinaan dan pendampingan yang telah dilaksanakan sejak tahap sosialisasi, pembekalan materi, penyusunan kajian risiko, hingga pembuatan peta dan jalur evakuasi. Simulasi dipandu langsung oleh Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulawesi Utara, Bapak Mustafa Marhaba, bersama Person In Charge (PIC) Kampung Tanggap Bencana (KATANA). Kegiatan ini melibatkan relawan KATANA Bailang, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga yang telah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan sebelumnya. Pelaksanaan simulasi dirancang menyerupai kondisi nyata saat terjadi bencana, sehingga seluruh peserta dapat mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh. Mulai dari penyampaian informasi melalui sistem peringatan dini, koordinasi antarrelawan, proses evakuasi warga menuju titik aman, pengelolaan posko darurat, hingga pelaporan situasi dilakukan sesuai prosedur yang telah disusun dalam rencana aksi Kampung Tanggap Bencana. Komandan BTB Sulut, Mustafa Marhaba, menegaskan bahwa simulasi merupakan bagian yang sangat penting dalam membangun budaya siaga bencana di tengah masyarakat. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus dilatih secara berulang agar setiap individu mengetahui tugas dan tanggung jawabnya ketika menghadapi kondisi darurat. "Simulasi merupakan proses pembelajaran yang sangat penting. Ketika masyarakat sudah terbiasa berlatih, mereka tidak akan panik saat menghadapi situasi sebenarnya. Respons yang cepat, koordinasi yang baik, dan pemahaman terhadap jalur evakuasi akan sangat menentukan keselamatan masyarakat," ujar Mustafa Marhaba. Dalam pelaksanaan simulasi, setiap anggota PIC KATANA menjalankan peran sesuai dengan struktur organisasi yang telah dibentuk. Tim peringatan dini bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat, tim evakuasi mengarahkan warga menuju jalur yang telah ditetapkan, tim kesehatan memberikan pertolongan pertama kepada korban simulasi, sedangkan tim logistik dan posko memastikan seluruh proses berjalan secara tertib dan terkoordinasi. Suasana simulasi berlangsung penuh semangat dan antusias. Masyarakat menunjukkan kesiapan dalam mengikuti setiap tahapan latihan, mulai dari menerima informasi peringatan dini, bergerak menuju titik kumpul, hingga mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bahwa proses pendampingan yang dilakukan selama dua hari mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana. Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) merupakan salah satu inovasi BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang bertujuan membangun masyarakat tangguh melalui pendekatan edukasi, mitigasi, penguatan kapasitas relawan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas. Program ini tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan dan pengurangan risiko yang berkelanjutan. Melalui kegiatan simulasi ini, BAZNAS Sulut berharap seluruh unsur masyarakat Kelurahan Bailang semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayahnya. Kesiapsiagaan yang dibangun secara bersama-sama diyakini akan mampu meminimalkan risiko korban jiwa, kerusakan, maupun dampak sosial yang ditimbulkan oleh bencana. Keberhasilan pelaksanaan simulasi juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulut, pemerintah setempat, para relawan, serta masyarakat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tangguh, dan berdaya menghadapi ancaman bencana. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, BAZNAS Sulut terus berkomitmen menghadirkan program-program kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Program Kampung Tanggap Bencana, diharapkan lahir komunitas-komunitas yang mampu menjadi pelopor kesiapsiagaan di wilayah masing-masing, sehingga tercipta budaya mitigasi yang kuat dan berkelanjutan. Mengakhiri kegiatan simulasi, seluruh peserta bersama-sama menggelorakan yel-yel yang menjadi semangat Program KATANA Bailang: "KATANA BAILANG BUNAKEN!" "TANGGUH! TANGGUH! SEMAKIN TANGGUH!" Yel-yel tersebut bukan sekadar seruan penyemangat, melainkan menjadi simbol komitmen seluruh masyarakat Kelurahan Bailang untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat solidaritas, dan membangun ketangguhan bersama dalam menghadapi berbagai potensi bencana. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara akan terus memperluas implementasi Program Kampung Tanggap Bencana sebagai bagian dari ikhtiar membangun masyarakat yang mandiri, tangguh, dan peduli terhadap keselamatan lingkungan melalui semangat "Zakat Menguatkan Indonesia."
BERITA02/08/2026 | Humas Baznas Sulut
MABRUK ALFA MABRUK BARAKALLAH FII UMRIK
MABRUK ALFA MABRUK BARAKALLAH FII UMRIK
Selamat Ulang Tahun Kepada Hj. Lutvia Alwi, SH., MH Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, umur yang berkah, kebahagiaan, serta kekuatan dalam memimpin. Semoga setiap langkah pengabdian menjadi amal jariyah dan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara terus berkembang sebagai lembaga yang amanah, profesional, modern, dan terpercaya dalam melayani umat. Barakallahu fii umrik. Jazakumullahu Khairan Katsiran. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.
BERITA02/08/2026 | Humas Baznas Sulut
Ketua BAZNAS Sulut Sosialisasikan Program Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Bailang
Ketua BAZNAS Sulut Sosialisasikan Program Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Bailang
Manado, 1 Agustus 2026 – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, SH., MH., memberikan sosialisasi Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) kepada masyarakat Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Assalam Bailang ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Sulut dalam membangun budaya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana. Sosialisasi tersebut merupakan rangkaian awal pelaksanaan Program Kampung Tanggap Bencana yang diinisiasi oleh BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulut sebagai bentuk penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal saat terjadi bencana. Dalam pemaparannya, Hj. Lutvia Alwi menegaskan bahwa Program Kampung Tanggap Bencana merupakan salah satu implementasi pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk kepentingan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pengurangan risiko bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. "Kampung Tanggap Bencana bukan sekadar sebuah program, tetapi gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang sadar akan risiko bencana, mampu melakukan mitigasi, serta memiliki kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. BAZNAS hadir untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui edukasi, pembinaan relawan, dan kolaborasi lintas sektor," ujar Hj. Lutvia Alwi. Beliau menjelaskan bahwa Kelurahan Bailang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki potensi kerawanan terhadap berbagai jenis bencana, sehingga diperlukan upaya bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Melalui program ini, warga akan dibekali pengetahuan mengenai pemetaan risiko bencana, langkah-langkah mitigasi, penyusunan rencana evakuasi, hingga pembentukan relawan berbasis masyarakat. Kegiatan sosialisasi mendapat sambutan antusias dari peserta yang terdiri atas perangkat kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, relawan, dan warga setempat. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya tanggap bencana sejak dini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bunaken Hery Anwar, Lurah Bailang, jajaran Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulut, serta Pengurus Pondok Pesantren Assalam Bailang, Ust. Masri Hamzah. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara berharap Program Kampung Tanggap Bencana dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan serta memperkuat sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan kawasan yang tangguh terhadap bencana. Melalui Program Kampung Tanggap Bencana, BAZNAS Sulut tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga berupaya membangun masyarakat yang memiliki kesadaran, kemampuan, dan kemandirian dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Hal ini sejalan dengan komitmen BAZNAS untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak nyata melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, transparan, dan akuntabel. "Zakat Menguatkan Indonesia."
BERITA01/08/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Sulut Perkuat Kapasitas Relawan dan Masyarakat melalui Pendampingan Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Bailang
BAZNAS Sulut Perkuat Kapasitas Relawan dan Masyarakat melalui Pendampingan Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Bailang
Manado, 1 Agustus 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara terus menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana melalui pelaksanaan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Setelah pembukaan dan sosialisasi program, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan teknis dan peningkatan kapasitas masyarakat yang menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulawesi Utara, serta jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara. Pendampingan ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan praktis dalam mengidentifikasi risiko bencana, menyusun rencana aksi, membangun sistem peringatan dini, hingga menyusun jalur evakuasi yang efektif. Kegiatan tersebut diikuti oleh Person In Charge (PIC) KATANA, perangkat Kelurahan Bailang, relawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta berbagai unsur masyarakat yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayahnya. Materi pertama disampaikan oleh BPBD Kota Manado melalui Bapak Arda Toha Prariyadi, yang membawakan materi mengenai Kebencanaan, Kajian Risiko, dan Penyusunan Rencana Aksi. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pemahaman terhadap karakteristik ancaman bencana menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kelurahan Bailang, metode identifikasi ancaman, analisis kerentanan masyarakat, hingga penyusunan rencana aksi yang terukur dan berbasis kondisi riil di lapangan. Dengan adanya kajian risiko tersebut, masyarakat diharapkan mampu menyusun langkah-langkah mitigasi yang tepat serta mengurangi dampak yang ditimbulkan apabila terjadi bencana. Selanjutnya, Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulawesi Utara, Bapak Mustafa Marhaba, memberikan materi mengenai Sistem Peringatan Dini (Early Warning System), Pembagian Peran Relawan, dan Manajemen Posko Tanggap Darurat. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun sistem komunikasi yang cepat dan efektif sebagai bagian dari peringatan dini kepada masyarakat. Selain itu, dijelaskan pula mekanisme pembagian tugas antarrelawan, struktur organisasi penanganan bencana di tingkat kampung, hingga tata kelola posko yang efektif agar proses koordinasi, pendataan korban, distribusi logistik, dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara cepat, tepat, dan terorganisir. Menurut Mustafa Marhaba, kesiapsiagaan bukan hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami perannya masing-masing ketika situasi darurat terjadi. "Masyarakat yang telah memahami sistem peringatan dini dan memiliki pembagian tugas yang jelas akan mampu merespons bencana dengan lebih cepat, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian dapat diminimalkan," ujarnya. Pendampingan kemudian dilanjutkan oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Drs. H. Agus S. Budiharso, yang membawakan materi mengenai Pembuatan Peta Risiko dan Jalur Evakuasi secara Visual bersama PIC Kampung Tanggap Bencana. Pada sesi ini peserta diajak melakukan pemetaan wilayah secara partisipatif dengan mengidentifikasi lokasi-lokasi rawan bencana, titik kumpul, jalur evakuasi, lokasi pengungsian sementara, serta fasilitas-fasilitas penting yang dapat dimanfaatkan saat keadaan darurat. Hasil pemetaan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk peta visual yang mudah dipahami oleh seluruh masyarakat sehingga dapat menjadi pedoman ketika terjadi bencana. Pendekatan visual tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar sekaligus mempercepat proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat. Seluruh rangkaian pendampingan berlangsung secara interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta melakukan simulasi sederhana terkait penyusunan rencana aksi dan pemetaan wilayah. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya membangun budaya siaga bencana sejak dini. Program Kampung Tanggap Bencana yang diinisiasi oleh BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis zakat yang tidak hanya berorientasi pada penanganan pascabencana, tetapi juga mengedepankan aspek pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko bencana. Melalui kolaborasi dengan BPBD Kota Manado, pemerintah daerah, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan relawan, BAZNAS Sulut berharap Kelurahan Bailang dapat menjadi model Kampung Tanggap Bencana yang mampu membangun sistem kesiapsiagaan masyarakat secara mandiri, berkelanjutan, dan berbasis komunitas. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara meyakini bahwa penguatan kapasitas masyarakat merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh. Dengan semangat gotong royong, edukasi yang berkesinambungan, serta kolaborasi lintas sektor, Program Kampung Tanggap Bencana diharapkan mampu menjadi contoh nyata bagaimana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas dalam mendukung ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman bencana. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara akan terus berkomitmen menghadirkan program-program kemanusiaan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan sebagai wujud nyata semangat "Zakat Menguatkan Indonesia".
BERITA01/08/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Sulut Bersama Pemerintah Kecamatan Bunaken Gelar Pembukaan dan Sosialisasi Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Bailang
BAZNAS Sulut Bersama Pemerintah Kecamatan Bunaken Gelar Pembukaan dan Sosialisasi Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Bailang
Manado, 1 Agustus 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui program Kampung Tanggap Bencana (KATANA). Sebagai langkah awal implementasi program tersebut, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menggelar Pembukaan dan Sosialisasi Kampung Tanggap Bencana Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Assalam Bailang. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Camat Bunaken, Bapak Hery Anwar, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas inisiatif menghadirkan program pemberdayaan masyarakat berbasis pengurangan risiko bencana. Menurutnya, Kelurahan Bailang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi kerawanan terhadap berbagai bencana, sehingga diperlukan sinergi seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial untuk membangun kesiapsiagaan sejak dini. "Program Kampung Tanggap Bencana merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat yang tangguh. Kami berharap masyarakat Bailang tidak hanya mampu merespons ketika bencana terjadi, tetapi juga memiliki pengetahuan dan kemampuan melakukan mitigasi serta pengurangan risiko bencana," ujar Camat Bunaken. Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, SH., MH., menjadi narasumber utama dalam sesi sosialisasi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Program Kampung Tanggap Bencana merupakan salah satu bentuk implementasi Program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) yang tidak hanya berfokus pada penanganan saat terjadi bencana, tetapi juga mengedepankan edukasi, kesiapsiagaan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kapasitas relawan di tingkat kelurahan. Beliau menegaskan bahwa BAZNAS memiliki komitmen untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang berkelanjutan melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kesiapsiagaan merupakan investasi terbaik dalam menghadapi bencana. Melalui Kampung Tanggap Bencana, kita ingin membangun budaya sadar risiko sehingga masyarakat mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi diri, keluarga, dan lingkungan ketika terjadi bencana," ungkap Hj. Lutvia Alwi. Kegiatan sosialisasi diikuti dengan antusias oleh para peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan, serta masyarakat Kelurahan Bailang. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan potensi ancaman bencana di wilayah setempat, langkah-langkah mitigasi, pembentukan sistem koordinasi masyarakat, hingga peran relawan dalam penanganan keadaan darurat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Bailang, Perwakilan BPBD Manado jajaran Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulawesi Utara, serta Pengurus Pondok Pesantren Assalam Bailang, Ust. Masri Hamzah, yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, lembaga pendidikan keagamaan, serta masyarakat dalam membangun sistem ketangguhan berbasis komunitas. Program Kampung Tanggap Bencana diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kesadaran terhadap potensi risiko bencana, memperkuat koordinasi antarwarga, serta membangun jejaring relawan yang siap bergerak cepat ketika terjadi keadaan darurat. Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara optimistis bahwa Kelurahan Bailang dapat menjadi salah satu kawasan percontohan Kampung Tanggap Bencana yang mampu mewujudkan masyarakat yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang tangguh terhadap bencana melalui semangat Zakat Menguatkan Indonesia.
BERITA01/08/2026 | Humas Baznas Sulut
Waka IV BAZNAS Sulut Pimpin Pendampingan Pembuatan Peta dan Jalur Evakuasi Visual pada Program Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Bailang
Waka IV BAZNAS Sulut Pimpin Pendampingan Pembuatan Peta dan Jalur Evakuasi Visual pada Program Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Bailang
Manado, 1 Agustus 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat implementasi Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) melalui kegiatan pendampingan teknis kepada masyarakat. Salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah pendampingan pembuatan peta risiko dan jalur evakuasi secara visual, yang dipandu langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Drs. Hi. Agus S. Budiharso, M.Sc, bersama Person In Charge (PIC) KATANA di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Sulut dalam membangun sistem kesiapsiagaan masyarakat yang terstruktur dan berbasis potensi wilayah. Melalui metode pemetaan partisipatif, masyarakat diajak untuk mengenali kondisi lingkungan sekitar, mengidentifikasi titik-titik rawan bencana, serta menyusun jalur evakuasi yang aman dan mudah dipahami oleh seluruh warga. Dalam arahannya, Drs. Hi. Agus S. Budiharso, M.Sc menegaskan bahwa peta risiko dan jalur evakuasi merupakan instrumen penting dalam pengurangan risiko bencana. Keberadaan peta tersebut akan menjadi pedoman bagi masyarakat ketika menghadapi situasi darurat sehingga proses evakuasi dapat berlangsung lebih cepat, terarah, dan terkoordinasi. "Mitigasi bencana harus dimulai dengan mengenali wilayah sendiri. Ketika masyarakat memahami lokasi yang berisiko, mengetahui jalur evakuasi, serta memahami titik kumpul yang aman, maka kesiapsiagaan akan terbentuk dengan baik. Inilah yang menjadi tujuan utama dari penyusunan peta dan jalur evakuasi secara visual," ungkapnya. Selama proses pendampingan, peserta bersama PIC KATANA melakukan identifikasi berbagai lokasi strategis di Kelurahan Bailang, mulai dari kawasan yang memiliki potensi ancaman bencana, akses jalan utama dan alternatif, fasilitas umum, titik kumpul, hingga lokasi yang dapat difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara. Seluruh hasil identifikasi kemudian dituangkan dalam bentuk peta visual yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Pendekatan visual ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitarnya sekaligus menjadi media edukasi yang efektif dalam membangun budaya siaga bencana. Selain itu, peta yang dihasilkan akan menjadi acuan dalam pelaksanaan simulasi kebencanaan maupun penyusunan rencana aksi Kampung Tanggap Bencana di masa mendatang. Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) yang diinisiasi oleh BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sulut merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dalam aspek kemanusiaan dan pengurangan risiko bencana. Program ini tidak hanya berorientasi pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga menitikberatkan pada edukasi, mitigasi, kesiapsiagaan, serta penguatan kapasitas masyarakat agar mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Melalui pendampingan ini, BAZNAS Sulut berharap Kelurahan Bailang dapat menjadi salah satu kawasan percontohan Kampung Tanggap Bencana yang memiliki sistem mitigasi yang baik, didukung oleh masyarakat yang memahami risiko wilayahnya, memiliki jalur evakuasi yang jelas, serta mampu bertindak secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat. Komitmen ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, relawan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi bencana, melalui semangat "Zakat Menguatkan Indonesia."
BERITA01/08/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Tanggap Bencana Provinsi Sulawesi Utara Bersama BAZNAS Kabupaten Kepulauan Sangihe Salurkan Bantuan bagi 120 Kepala Keluarga Terdampak Banjir Bandang, Tanah Longsor dan Gempa Bumi
BAZNAS Tanggap Bencana Provinsi Sulawesi Utara Bersama BAZNAS Kabupaten Kepulauan Sangihe Salurkan Bantuan bagi 120 Kepala Keluarga Terdampak Banjir Bandang, Tanah Longsor dan Gempa Bumi
Sangihe, 25 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Sulawesi Utara bersama BAZNAS Kabupaten Kepulauan Sangihe melaksanakan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang, tanah longsor & Gempa Bumi di sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan layanan kemanusiaan yang cepat, tanggap, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Misi kemanusiaan diawali pada Jumat, 24 Juli 2026, ketika Tim BAZNAS Tanggap Bencana Provinsi Sulawesi Utara bertolak menuju Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui jalur laut dengan menggunakan dua unit kendaraan operasional yang selanjutnya digunakan dalam proses distribusi bantuan di lapangan. Tim yang bertugas dalam operasi kemanusiaan ini terdiri atas Mustafa Marhaba, Abdurahman, Andi Marjun, Andika, Ahmad, Arief, dan Alfin. Seluruh personel bekerja secara terpadu mulai dari perjalanan menuju lokasi, koordinasi lintas lembaga, pengemasan logistik, hingga pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak. Pada Sabtu, 25 Juli 2026, setibanya di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Tim BAZNAS Tanggap Bencana Provinsi Sulawesi Utara terlebih dahulu melakukan koordinasi bersama BAZNAS Kabupaten Kepulauan Sangihe guna memastikan kebutuhan masyarakat, menentukan prioritas penerima manfaat, serta menyusun strategi pendistribusian logistik agar berjalan secara efektif dan tepat sasaran. Setelah seluruh logistik dipersiapkan, tim bergerak menuju lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Tamako dan Gempa Bumi Kecamatan Marore. Bantuan disalurkan kepada masyarakat di Kampung Lelipang sebanyak 30 Kepala Keluarga, Kampung Binala sebanyak 30 Kepala Keluarga, serta Kampung Matutuang, Kecamatan Marore sebanyak 60 Kepala Keluarga. Dengan demikian, jumlah keseluruhan penerima manfaat dalam kegiatan kemanusiaan ini mencapai 120 Kepala Keluarga, yang menerima bantuan berupa paket kebutuhan pokok sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan implementasi nyata dari amanah zakat yang dikelola BAZNAS untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat yang membutuhkan. "Bencana merupakan ujian yang membutuhkan kepedulian dan kebersamaan. Melalui sinergi antara BAZNAS Tanggap Bencana Provinsi Sulawesi Utara dan BAZNAS Kabupaten Kepulauan Sangihe, kami berupaya menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang cepat dan tepat sasaran. Bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang kami salurkan kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Semoga dapat meringankan beban saudara-saudara kita serta mempercepat proses pemulihan mereka." Kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara dan BAZNAS Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga zakat mampu memperkuat respons terhadap kondisi darurat. Tidak hanya mendistribusikan bantuan, tim juga membangun koordinasi dengan pemerintah setempat, aparat desa, serta tokoh masyarakat agar seluruh proses penyaluran berjalan tertib, aman, dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi pilar Sulut Peduli, yang berfokus pada pelayanan kemanusiaan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata kepedulian para muzaki yang telah mempercayakan pengelolaan zakatnya kepada BAZNAS. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS Kabupaten Kepulauan Sangihe, pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran misi kemanusiaan ini. Sinergi yang terbangun menjadi modal penting dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah. Ke depan, BAZNAS akan terus memperkuat kapasitas BAZNAS Tanggap Bencana melalui peningkatan kesiapsiagaan, koordinasi lintas sektor, dan penguatan jaringan relawan agar mampu merespons setiap kejadian bencana secara lebih cepat, profesional, dan berkelanjutan. Melalui semangat kebersamaan, BAZNAS berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, menguatkan solidaritas kemanusiaan, serta memastikan bahwa amanah zakat menjadi sumber harapan bagi setiap saudara yang sedang menghadapi ujian kehidupan. "BAZNAS Hadir untuk Kemanusiaan. Zakat Menguatkan Indonesia."
BERITA25/07/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Intensifkan Fundraising Jemput ZIS melalui Program Jumat Berkah di Wilayah Sea Manado dan Minahasa
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Intensifkan Fundraising Jemput ZIS melalui Program Jumat Berkah di Wilayah Sea Manado dan Minahasa
Manado – BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat layanan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui kegiatan Fundraising Jemput ZIS yang dirangkaikan dengan Program Jumat Berkah. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Sahabat BAZNAS Sulut di tiga masjid, yaitu Masjid Al-Muhajirin Jl. Sea Manado, Masjid Baitul Ilmi Sea Minahasa, dan Masjid Nurut Taqwa Sea Minahasa. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sulut dalam mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat sekaligus meningkatkan literasi dan kesadaran umat tentang pentingnya menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang amanah. Di setiap lokasi, Tim Sahabat BAZNAS membuka layanan Booth ZIS sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi jamaah yang ingin menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah. Selain memberikan kemudahan dalam berzakat, tim juga melaksanakan Program Jumat Berkah sebagai wujud kepedulian sosial dan penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Program ini merupakan salah satu bentuk pendekatan pelayanan BAZNAS yang tidak hanya berorientasi pada penghimpunan dana, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan umat. Ke depan, BAZNAS Sulut akan terus menghadirkan layanan Fundraising Jemput ZIS dan Program Jumat Berkah secara berkelanjutan di berbagai wilayah Sulawesi Utara sebagai upaya memperkuat budaya berbagi, meningkatkan penghimpunan ZIS, serta memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. "BAZNAS Sulut – Zakat Menguatkan Indonesia."
BERITA24/07/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Sulut Salurkan Mushaf Al-Quran kepada Empat TPQ sebagai Upaya Menguatkan Syiar Islam dan Pembinaan Generasi Qur'ani
BAZNAS Sulut Salurkan Mushaf Al-Quran kepada Empat TPQ sebagai Upaya Menguatkan Syiar Islam dan Pembinaan Generasi Qur'ani
Manado, 17 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali merealisasikan komitmennya dalam mendukung penguatan dakwah dan pendidikan Islam melalui Program Sulut Takwa dengan menyalurkan bantuan Mushaf Al-Qur'an kepada sejumlah Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Kegiatan ini merupakan bagian dari pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat untuk meningkatkan akses terhadap sarana pembelajaran Al-Qur'an. Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simbolis pada Jumat, 17 Juli 2026, dan dihadiri oleh para pengelola serta perwakilan santri dari empat TPQ penerima manfaat, yaitu TPQ Ziyadatunnikmah Banjer Tikala, TPQ Anugerah Ikhwana Tuminting, TPQ Al-Jihad Kalawat, dan TPQ An-Nisa Mahawu. Program distribusi Mushaf Al-Qur'an ini merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Sulut terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki peran penting dalam membina karakter, akhlak, dan pemahaman keislaman anak-anak sejak usia dini. Melalui penyediaan mushaf yang layak, para santri diharapkan dapat belajar membaca, memahami, menghafal, serta mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an dengan lebih baik. Dalam sambutannya, perwakilan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan bahwa Al-Qur'an bukan hanya menjadi kitab suci yang dibaca, tetapi juga pedoman hidup yang harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, BAZNAS terus berupaya menghadirkan berbagai program keagamaan yang mampu memperkuat syiar Islam sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat. Program distribusi Mushaf Al-Qur'an juga menjadi wujud nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek sosial dan ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan spiritual umat. Setiap mushaf yang disalurkan diharapkan menjadi sarana lahirnya generasi Qur'ani yang memiliki akhlak mulia, wawasan keislaman yang kuat, serta kepedulian terhadap sesama. Para pengelola TPQ menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara. Bantuan mushaf ini dinilai sangat membantu proses pembelajaran karena masih terdapat santri yang menggunakan Al-Qur'an secara bergantian akibat keterbatasan sarana yang dimiliki lembaga. Melalui Program Sulut Takwa, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara akan terus memperluas jangkauan distribusi Mushaf Al-Qur'an hingga ke berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil, kepulauan, dan kawasan yang masih membutuhkan dukungan sarana pendidikan keagamaan. Langkah ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk memastikan bahwa setiap Muslim memiliki kesempatan yang sama dalam mempelajari dan mendalami Al-Qur'an. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap amanah yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, kemudian disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program unggulan di bidang pendidikan, dakwah, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan sosial keagamaan. Semoga setiap mushaf Al-Qur'an yang disalurkan menjadi sumber ilmu yang terus dibaca, dihafal, dipahami, dan diamalkan oleh para santri, sehingga pahala jariyahnya senantiasa mengalir kepada para muzaki dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program mulia ini. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Zakat Menguatkan Indonesia
BERITA17/07/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Sulut Kembali Gelar Fundraising ZIS dan Program Jumat Berkah di Tiga Masjid Kota Manado
BAZNAS Sulut Kembali Gelar Fundraising ZIS dan Program Jumat Berkah di Tiga Masjid Kota Manado
Manado, 17 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat komitmennya dalam mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat melalui pelaksanaan Fundraising Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dirangkaikan dengan Program Jumat Berkah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, oleh Tim Sahabat BAZNAS Sulut di tiga masjid di Kota Manado, yaitu Masjid Al-Azhim Mapanget, Masjid Nurul Amin Singkil, dan Masjid Darul Arqom Singkil. Pada kegiatan tersebut, Tim Sahabat BAZNAS Sulut membuka Booth Layanan ZIS di masing-masing lokasi sebagai sarana pelayanan bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat, infak, maupun sedekah secara mudah, aman, dan melalui lembaga resmi pengelola zakat. Kehadiran booth layanan ini merupakan bagian dari strategi BAZNAS Sulut untuk memperluas akses pelayanan zakat sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat di lingkungan masjid. Program jemput ZIS menjadi agenda rutin BAZNAS Sulut dalam memperluas penghimpunan dana sosial keagamaan. Selain memberikan layanan penghimpunan dana ZIS, Tim Sahabat BAZNAS Sulut juga melaksanakan Program Jumat Berkah dengan membagikan makanan ringan kepada jamaah usai pelaksanaan Shalat Jumat. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat ukhuwah Islamiyah antara BAZNAS dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sulut tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun akan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dakwah, kemanusiaan, dan tanggap bencana. Kegiatan Fundraising ZIS dan Jumat Berkah ini menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan BAZNAS Sulut dalam membangun budaya berbagi di tengah masyarakat. Dengan hadir langsung di masjid-masjid, BAZNAS berharap semakin banyak umat Islam yang memperoleh kemudahan dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah serta semakin meningkat kesadaran kolektif bahwa zakat merupakan solusi nyata dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Masjid Al-Azhim Mapanget, Masjid Nurul Amin Singkil, dan Masjid Darul Arqom Singkil, para relawan Sahabat BAZNAS, serta seluruh jamaah yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat gerakan zakat di Sulawesi Utara agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Ke depan, BAZNAS Sulut akan terus mengembangkan layanan Fundraising Jemput ZIS dan Program Jumat Berkah ke berbagai wilayah di Sulawesi Utara sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan zakat yang semakin dekat, mudah diakses, serta memberikan manfaat yang luas bagi umat. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Zakat Menguatkan Indonesia
BERITA17/07/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Sulut Salurkan Bantuan Pendidikan Khusus bagi Siswa/Mahasiswa Tingkat Akhir Melalui Program Sulut Cerdas
BAZNAS Sulut Salurkan Bantuan Pendidikan Khusus bagi Siswa/Mahasiswa Tingkat Akhir Melalui Program Sulut Cerdas
Manado, 17 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Program Sulut Cerdas. Bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Ketua BAZNAS Sulut, Hj. Lutvia Alwi, S.H., M.H., menyerahkan secara langsung bantuan pendidikan khusus kepada sejumlah mahasiswa tingkat akhir yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program bantuan pendidikan studi akhir telah menjadi salah satu layanan BAZNAS Sulut bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria penerima zakat. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Kamis–Jumat, 16–17 Juli 2026, sebagai bagian dari pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan oleh para muzaki kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara. Bantuan pendidikan tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang sedang berada pada tahap penyelesaian studi, seperti penyusunan skripsi, tugas akhir, penelitian, maupun kebutuhan administrasi akademik lainnya. Melalui bantuan ini, BAZNAS berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikannya tepat waktu tanpa terbebani oleh kendala biaya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu sektor prioritas dalam pendayagunaan dana zakat karena memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. "BAZNAS hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan pendidikan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka sehingga dapat fokus menyelesaikan studi dan kelak menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan umat." Beliau juga mengajak masyarakat yang telah memiliki kemampuan ekonomi untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap amanah yang dititipkan para muzaki akan dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk Sulut Cerdas di bidang pendidikan. Komitmen tersebut sejalan dengan berbagai program pendistribusian pendidikan yang terus dijalankan BAZNAS Sulut. Program Sulut Cerdas merupakan salah satu dari lima program unggulan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara yang berfokus pada peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Melalui program ini, BAZNAS Sulut terus berupaya menghadirkan kesempatan belajar yang lebih baik sehingga lahir generasi yang unggul, mandiri, dan berdaya saing. Dengan tersalurkannya bantuan pendidikan khusus bagi mahasiswa tingkat akhir ini, diharapkan para penerima dapat segera menuntaskan pendidikan mereka, meraih gelar akademik, serta menjadi insan yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah, bangsa, dan agama. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Zakat Menguatkan Indonesia
BERITA17/07/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Sulut Santuni 100 Anak Yatim, Dhuafa, dan Penyandang Disabilitas, Perkuat Sinergi Kebaikan di Bulan Muharram
BAZNAS Sulut Santuni 100 Anak Yatim, Dhuafa, dan Penyandang Disabilitas, Perkuat Sinergi Kebaikan di Bulan Muharram
Manado, 14 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Santunan Anak Yatim, Dhuafa, dan Penyandang Disabilitas yang berlangsung di Masjid Raya Ahmad Yani Manado. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan bulan Muharram yang sarat dengan nilai kepedulian, kasih sayang, dan semangat berbagi kepada sesama. Pada kegiatan tersebut, 100 penerima manfaat yang terdiri atas anak yatim, kaum dhuafa, dan penyandang disabilitas menerima santunan sebagai bentuk nyata pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan masyarakat melalui BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Utara Bapak Darwin Muksin, S.Sos., M.M, Kabid Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara Hi. Samsudin Pulu, S.Ag., M.AP, perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Deputi Operasional PT Pegadaian Kanwil V Manado Bapak Andy, Kepala Cabang Gramedia Samrat Manado Bapak Ichafana Haniftio, perwakilan LAZ Yakesma Sulawesi Utara, d'BestO Chicken & Burger, Ketua BTM Masjid Raya Ahmad Yani Drs. Hi. Kudrat Dukalang, M.Pd, Sekretaris BTM Hi. Syuaib Sulaiman, S.Ag., M.Pd.I, para Ketua BMM, serta para muzakki dan munfiq yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai program kemanusiaan BAZNAS. Kegiatan ini juga dihadiri secara lengkap oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, yaitu Ketua Hj. Lutvia Alwi, SH., MH, Wakil Ketua II Drs. Hi. Anwar Sandiah, Wakil Ketua III/I Hi. Kennedy K. A. Paputungan, SE, dan Wakil Ketua IV Drs. Hi. Agus Budiharso, B.Sc., M.Sc. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, menyampaikan bahwa momentum Muharram merupakan saat yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan mempererat ukhuwah melalui aksi nyata berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Menurutnya, setiap amanah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan oleh para muzakki harus dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Suasana kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan keceriaan. Anak-anak penerima manfaat tidak hanya menerima santunan, tetapi juga mendapatkan hiburan edukatif melalui penampilan Kampung Dongeng Manado yang menyampaikan pesan-pesan moral, semangat belajar, serta nilai-nilai karakter yang positif. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Muharram sebagai momentum meningkatkan kepedulian dan memperbanyak amal kebajikan. Pelaksanaan kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, PT Pegadaian Kanwil V Manado, Gramedia Samrat Manado, LAZ Yakesma Sulawesi Utara, d'BestO Chicken & Burger, BTM Masjid Raya Ahmad Yani, Ketua-Ketua BMM, para muzakki dan munfiq, Sahabat BAZNAS, Toko Emas Boby, serta Kampung Dongeng Manado yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara berharap kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan terus berlanjut dalam berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Sulawesi Utara. Humas BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara "Menunaikan Zakat, Menguatkan Indonesia."
BERITA14/07/2026 | Humas Baznas Sulut
Sahabat BAZNAS Sulut Kembali Laksanakan Fundraising Jemput ZIS dan Program Jumat Berkah di Tiga Titik Masjid Kota Manado
Sahabat BAZNAS Sulut Kembali Laksanakan Fundraising Jemput ZIS dan Program Jumat Berkah di Tiga Titik Masjid Kota Manado
Manado, 10 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara melalui Sahabat BAZNAS Sulut kembali melaksanakan kegiatan Fundraising Jemput Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dirangkaikan dengan Program Jumat Berkah di tiga titik masjid di Kota Manado. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya BAZNAS Sulut untuk menghadirkan pelayanan zakat yang semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya berbagi di tengah kehidupan umat. Program ini merupakan kelanjutan dari agenda rutin yang terus dilaksanakan BAZNAS Sulut dalam memperluas akses layanan zakat. Sejak sebelum pelaksanaan Shalat Jumat, para relawan Sahabat BAZNAS Sulut telah hadir di lokasi dengan membuka booth layanan Jemput ZIS. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara langsung melalui lembaga resmi pengelola zakat yang terpercaya. Selain memberikan layanan penghimpunan dana umat, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan umat. Para relawan turut memberikan informasi mengenai berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat yang telah dilaksanakan BAZNAS Sulawesi Utara. Antusiasme jamaah terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat yang mengunjungi booth layanan, berdialog dengan relawan, serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Kehadiran Sahabat BAZNAS Sulut tidak hanya memberikan kemudahan dalam berzakat, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi antara BAZNAS dengan masyarakat dan pengurus masjid. Program Jumat Berkah yang menyertai kegiatan ini menjadi simbol bahwa zakat tidak hanya berhenti pada penghimpunan dana, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. BAZNAS Sulut terus berkomitmen agar setiap amanah yang dititipkan oleh para muzaki dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, dan disalurkan tepat sasaran kepada mustahik yang berhak menerimanya. Melalui kegiatan Fundraising Jemput ZIS, BAZNAS Sulut berharap semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan dalam menunaikan ibadah zakat, infak, dan sedekah. Pendekatan langsung ke masjid menjadi strategi yang efektif dalam membangun kesadaran kolektif bahwa zakat merupakan pilar penting dalam memperkuat solidaritas sosial dan menghadirkan kesejahteraan bagi umat. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus masjid, jamaah, para muzaki, munfik, serta relawan Sahabat BAZNAS Sulut yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Sinergi yang terus terbangun menjadi modal penting dalam memperluas manfaat zakat dan menghadirkan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Semoga setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi amal jariyah yang diterima oleh Allah SWT, menghadirkan keberkahan bagi para pemberi, serta menjadi jalan hadirnya kebahagiaan dan harapan baru bagi para mustahik di Sulawesi Utara. BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Zakat Menguatkan Indonesia
BERITA10/07/2026 | Humas Baznas Sulut
BAZNAS Sulawesi Utara Perkuat Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan Manado melalui Audiensi Kelembagaan
BAZNAS Sulawesi Utara Perkuat Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan Manado melalui Audiensi Kelembagaan
Manado – Dalam upaya memperluas kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan audiensi dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado. Audiensi ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi kelembagaan guna mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penguatan aspek perlindungan sosial ketenagakerjaan. Rombongan BAZNAS Sulawesi Utara dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, S.H., M.H., didampingi Wakil Ketua IV Drs. H. Agus S. Budiharso serta Wakil Ketua II Drs. H. Anwar Sandiah, bersama jajaran pelaksana BAZNAS Sulut. Kehadiran BAZNAS Sulut disambut hangat dan diterima langsung oleh Pps Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado, Bapak Juwenli J. L. Soselisa, beserta jajaran manajemen. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, keterbukaan, dan semangat membangun kolaborasi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan secara berkelanjutan. Pembahasan difokuskan pada upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi kelompok pekerja rentan, pelaku usaha mikro, penerima manfaat program pemberdayaan BAZNAS, relawan kemanusiaan, serta berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial. Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, menyampaikan bahwa BAZNAS tidak hanya berfokus pada penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, serta sedekah, tetapi juga terus mengembangkan program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup mustahik secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan menjadi langkah strategis agar para penerima manfaat memperoleh perlindungan sosial yang memadai seiring berkembangnya usaha dan aktivitas produktif mereka. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi akan menjadi lebih optimal apabila dibarengi dengan sistem perlindungan sosial yang baik. Dengan adanya jaminan sosial ketenagakerjaan, para pekerja maupun pelaku usaha dapat menjalankan aktivitas secara lebih aman dan memiliki kepastian perlindungan terhadap berbagai risiko kerja. Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado, Juwenli J. L. Soselisa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan BAZNAS Sulawesi Utara. Ia menilai bahwa kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan penyelenggara jaminan sosial memiliki potensi besar dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok pekerja rentan yang selama ini membutuhkan perhatian bersama. Audiensi tersebut juga menjadi wadah untuk saling bertukar informasi mengenai berbagai program yang dimiliki masing-masing institusi sehingga dapat ditemukan titik temu dalam penyusunan langkah-langkah kerja sama yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Sulawesi Utara. Di akhir pertemuan, kedua belah pihak menyatakan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi dan membangun sinergi yang lebih erat melalui berbagai program kolaboratif yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan pemberdayaan ekonomi umat, serta perluasan perlindungan sosial ketenagakerjaan. Melalui audiensi ini, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara kembali menegaskan komitmennya untuk membangun kemitraan strategis dengan berbagai institusi pemerintah maupun lembaga publik sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan yang semakin komprehensif, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh dukungan ekonomi melalui dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga mendapatkan perlindungan sosial yang berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan umat dan pembangunan daerah yang inklusif.
BERITA09/07/2026 | Humas Baznas Sulut
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sulawesi Utara.

Lihat Daftar Rekening →